Posessive Husband

Posessive Husband

last update最終更新日 : 2026-01-23
作家:  Tinta Digital たった今更新されました
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 評価. 1 レビュー
9チャプター
13ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Komedi

Cinta yang Manis

Wanita Kuat

Posesif

Pria Dingin

Cantik

Benci jadi Cinta

Kampus/Sekolah

Benci jadi Cinta

Ketika sebuah kesalahpahaman merubah segalanya. Cinta satu malam, itulah yang dipikiran orang-orang sehingga seorang mahasiswi bernama Qaiyara terpaksa menikah dengan dosennya sendiri.

もっと見る

第1話

Seatap

Qaiyara tidak pernah menyangka hidupnya berubah drastis hanya dalam semalam. Semuanya berawal dari keputusannya untuk menghadiri acara ulang tahun sahabatnya di sebuah restoran kecil.

Restoran itu sebenarnya tempat yang nyaman, tetapi lampunya yang remang-remang membuat suasana menjadi sedikit "curiga". Qaiyara tidak peduli. Ia sibuk tertawa bersama sahabatnya, tanpa menyadari bahwa bencana sedang menunggu.

“Gue tinggal ke toilet sebentar, ya,” kata Qaiyara sambil berdiri.

Namun, di koridor menuju toilet, dia menabrak seorang pria tinggi dengan wajah dingin.

“Maaf, Pak!” serunya tanpa melihat siapa orang itu. Tapi begitu dia mendongak, wajahnya memucat. “Pak Sagara?”

Dosen killer di kampus. Lelaki dingin yang selalu memandang mahasiswanya seperti manusia tak berguna.

“Apa kamu tidak bisa melihat jalan?” suara Sagara tajam, membuat Qaiyara merasa seperti tikus kecil yang ketahuan mencuri keju.

Namun sebelum sempat membalas, seorang petugas keamanan menghampiri mereka.

"LARI!! ADA RAZIA!!!" teriak muda-mudi yang lari berhamburan keluar dari kamar-kamar yang ada di restoran itu.

Sagara dan Qaiyara yang belum sempat berkutik sedikitpun, seketika dipergoki oleh beberapa petugas pemeriksaan.

“Maaf. Apa kalian pasangan suami istri?”

“Hah?!” Qaiyara melongo, sementara Sagara hanya diam dengan ekspresi datar.

“Jika bukan, tolong tunjukkan kartu identitas. Kami melakukan pemeriksaan tempat. Tempat ini biasa digunakan muda-mudi yang hendak berbuat zina!” ungkap seorang petugas.

"Nggak perlu kita jelasin, pasti mereka juga sudah tahu dan hendak berbuat yang enggak-enggak di tempat ini," timpal petugas yang lainnya.

Sagara menjawab, “Maaf, Pak. Saya tidak tahu kalau tempat ini biasa digunakan untuk hal yang salah, saya kesini karena ada janji dengan teman saya," ucapnya, "kalau perempuan ini, saya nggak tahu niatnya ke sini, mungkin saja sesuai dengan dugaan bapak-bapak sekalian,"

Mata Qaiyara hampir meloncat keluar dari wajahnya. “APA?! Enak aja ngomong kek gitu, bapak pikir saya ini perempuan murahan, hah?!” protes Qaiyara yang tak terima dengan ucapan sang dosen, kini rasa takutnya pada dosen itu seketika menghilang begitu saja.

"Halah, udah ketangkap basah dan kalian masih mau beralasan?!"

Sagara menarik napas dalam, lalu berkata, "saya dosen, dan dia mahasiswi saya!" ungkap Sagara.

Petugas itu menggelengkan kepalanya, "wah, sebuah skandal. Bagaimana para wartawan akan menulis berita ini? 'Seorang Dosen yang terlibat skandal dengan mahasiswinya sendiri di kafe remang-remang?'?" ujar ketua petugas pemeriksaan itu.

"Jangan buat reputasi saya hancur!!" seru Sagara dengan tegas.

"Ya sudah, masalah ini mau diselesaikan di kantor polisi atau secara kekeluargaan?" tanya ketua petugas itu.

"Ayo, ke kantor polisi!" ujar sagara tanpa perasaan takut sedikitpun, "lagian, saya nggak berbuat salah. Semua akan dibuktikan oleh rekaman cctv...," ujar Sagara sambil mengedarkan pandangannya di bagian atas, mencari cctv di kafe remang-remang tersebut.

Namun, sayangnya, tak ada benda kecil itu di setiap sudut kafe tersebut.

Para petugas hanya tersenyum datar, "ayo, ke kantor polisi!" ujarnya sambil menarik tangan Qaiyara dan Sagara.

Dengan cepat, Qaiyara menghentikan langkah mereka, "Pak, diselesaikan secara kekeluargaan saja. Bisa-bisa orang tuaku terkena serangan jantung kalau dengar anaknya yang cantik ini bersangkutan dengan polisi," ujar Qaiyara.

Akhirnya, ketua petugas pemeriksaan itu menghubungi kedua belah pihak keluarga mereka. Dan memutuskan untuk diselesaikan secara kekeluargaan saja.

* * *

Di malam itu juga, kedua belah pihak keluarga bertemu di rumah Pak Haris, orang tua Qaiyara setelah dihubungi oleh ketua petugas pemeriksaan.

“Qaiyara, apa-apaan ini? Kamu tahu betapa memalukannya ini untuk keluarga kita?” bentak ayahnya, Pak Haris.

“Tapi Ayah, itu cuma salah paham! Aku nggak ada hubungan apa-apa sama Pak Sagara, aku kenal dia hanya sebatas seorang dosen di kampus,” bela Qaiyara.

Namun, Pak Haris tidak peduli. “Satu-satunya cara untuk menyelamatkan nama baik keluarga adalah kalian menikah.”

Di sisi lain, keluarga Sagara justru terlihat bahagia.

“Akhirnya, anak ini menikah juga!” seru Bu Mirna, ibunya, sambil tersenyum lega.

“Ini bukan karena aku ingin menikah. Ini hanya untuk menutup skandal itu,” jawab Sagara dengan dingin.

"Ayah, aku belum siap untuk menikah, apalagi sama orang yang nggak aku cintai," ujar Qaiyara.

"Ikuti saja permintaan para orang tua, ini adalah jalan terbaik demi kebaikan kita berdua, kamu nggak maukan dikeluarin dari kampus hanya karena masalah ini tersebar!" pungkas Sagara.

Namun, pada akhirnya, kedua keluarga sepakat. Pernikahan mereka harus segera dilangsungkan.

* * *

Masih di malam yang sama, Qaiyara duduk di samping Sagara dengan wajah canggung. Sementara pria itu tampak tenang seperti biasa, meski sorot matanya tajam.

“Saya terima nikah dan kawinnya Qaiyara Zivara dengan seperangkat alat sholat, dibayar tunai!!...” suara Sagara terdengar mantap, membuat Qaiyara menggigit bibirnya.

"Sah!!" seru keluarga dari kedua belah pihak.

“Mulai sekarang, kalian harus hidup bersama. Pernikahan itu sakral, bukan mainan,” ujar ayah Qaiyara tegas setelah akad selesai.

Setelah melaksanakan akad nikah, Sagara langsung membawa Qaiyara ke apartemennya, mau tak mau, untuk sementara waktu ini keduanya harus tinggal di bawah atap yang sama.

Bagi para orang tua mereka, pernikahan itu sangat sakral, dan tak boleh dipermainkan. Dan mereka harus tinggal berdua selayaknya suami istri pada umumnya.

“Dengar, pernikahan ini hanya formalitas. Kita buat perjanjian, nggak ada yang boleh mencampuri urusan pribadi,” ucap Sagara datar.

“Bagus. Aku juga nggak mau hidup sama cowok dingin kek Anda,” balas Qaiyara sambil menyilangkan tangan.

Hari pertama tinggal bersama di apartemen Sagara, Qaiyara langsung menetapkan aturan.

“Dengar, aku butuh ruang privasi. Jangan pernah masuk kamarku tanpa izin,” ucap Qaiyara tegas.

Sagara hanya meliriknya sebentar. “Kalau begitu, jangan ganggu jam kerjaku. Aku benci orang berisik."

Setelah membuat peraturan, Sagara segera masuk ke kamarnya dan Qaiyara memutuskan untuk membuat makan malamnya.

"Niatnya mau makan enak. Eeh, malah kehidupanku berubah jadi tak enak!" gumam Qaiyara sambil menuju ke dapur.

Baru beberapa menit yang lalu keduanya membuat peraturan, tidak butuh waktu lama untuk aturan itu dilanggar. ya, Qaiyara menggoreng telur dengan suara ribut, membuat alarm kebakaran apartemen berbunyi.

Sagara keluar dari kamarnya dengan wajah kesal. “Kamu lagi ngapain?! Mau bakar apartemen ini?”

“Bukan salahku! Kompor ini terlalu canggih!” bela Qaiyara sambil mematikan alarm.

Sagara hanya memijat pelipisnya, berusaha menahan diri untuk tidak mengomel lebih panjang.

"Lagian, dapur macam apa ini? Dalam kulkas nggak ada yang bisa di makan, hanya ada telur yang bentar lagi busuk. Apartemen sebesar ini isinya hanya udara doang!" gerutus Qaiyara.

* * *

   Keesokan paginya, Qaiyara bangun dengan suasana hati yang seperti biasanya, selalu ceria. Ia bergegas ke dapur untuk membuat sarapannya sendiri, kemudian bersiap untuk ke kampus.

Sedangkan itu, sagara sudah dari pagi sekali ke kampus, karena ada beberapa tugas mahasiswa yang belum sempat ia periksa karena ketinggalan di ruangannya.

Sesampainya Qaiyara di kampus, ia langsung disambut oleh Alina, sahabatnya.

"Parah lo, Lin. Kok semalam ngajak gue ke tempat orang wloe-wloe, sih?!" protes Qaiyara.

Alina tersenyum canggung, "hehe... Maaf, gue juga nggak tahu kalau itu tempat orang bercocok tanam," sahut Alina apa adanya.

"Terus kenapa lo malah ninggalin gue sendiri, hah? Buser bener lu ninggalin gue!!"

"Gue panik, coy!!"

"Yee... Lu pikir lu doang yang panik?"

“Terus, semalam lo gimana? Nggak kegep, 'kan?!" tanya Alina penasaran.

Qaiyara masih merasa kesal pada Alin, ia menghembuskan napasnya dengan teratur, lalu menjawab, "menurut lo?"

Alina memandangi Qaiyara dari atas sampai bawah, "aman-aman aja, secara lo bisa berada di depan gue saat ini dalam keadaan utuh," ujar Alina dengan santai.

"Buset, punya teman gini amat!! Berarti, lu pikir, kalau gue ketangkap, gue bakalan dimutilasi, gitu?!" gumam Qaiyara dan bergegas masuk ke kelas.

"Hah? Emang razia jaman sekarang kek gitu ya? Langsung dimutilasi di tempat?" gumam Alina yang berpikir dengan kedua alisnya yang mengerut.

Seketika, ia tersadar, bahwa Qaiyara sudah mulai jauh darinya, "Yar, tungguin napa, woy!!!" pekik Alina sambil berlalu, mengejar langkah Qaiyara.

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

レビュー

Tinta Digital
Tinta Digital
Jangan lupa mampir ya man-teman, semoga suka.
2026-01-23 17:45:54
0
0
9 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status