Mendengar ucapan Qaiyara, Bu Mirna, Pak Abas dan Ardan tahu bahwa itu hanyalah sebuah candaan semata, dan ketiganya tertawa mendengar candaan tersebut. Lain halnya dengan Sagara dan Manda, Sagara terus fokus pada makanannya, sementara Manda menjentikkan matanya, melihat suami dan kedua orang tuanya yang tertawa dengan tatapan penuh ketidaksukaan."Ternyata kamu selucu itu, ya?!" puji Bu Mirna.Qaiyara hanya tersenyum, memasang wajah polosnya. Mendengar pujian tersebut, Manda memutar mata jengahnya, melirik sinis pada Qaiyara.Setelah makan malam, Manda langsung masuk ke kamarnya. Sementara itu, Bu Mirna menatap Qaiyara dan Sagara dengan senyum lebar. “Kalian nggak usah pulang malam-malam begini. Nginep aja di sini, lagian kamar Sagara masih ada kok.”Qaiyara yang sedang minum hampir tersedak mendengar itu. “Ng-nggak perlu, Mah! Kami bisa pulang. Lagian, kan deket,” katanya cepat.“Deket apanya? Dari sini ke apartemen kalian itu lumayan jauh, lho,” balas Bu Mirna sambil melipat tangan.
최신 업데이트 : 2025-12-20 더 보기