Di hari kencan itu, aku sengaja menjemput Viona di apartemennya.Di dalam mobil, sudah kusiapkan hadiah dan buket bunga yang kupilih khusus untuknya.Dari kejauhan, aku melihatnya berjalan ke arahku sambil memeluk tumpukan dokumen, tampak sedikit kewalahan. Namun, saat melihatku, senyum merekah di wajahnya.“Pak Ganu.”Demi kencan hari ini, dia sengaja mengenakan gaun hitam ketat yang membungkus lekuk tubuhnya.“Panggil Ganu saja. Untuk hari ini, aku adalah pacarmu.”“Setelah sesi ini berakhir, aku akan carikan pasangan yang cocok untukmu. Jadi... pelajari dengan baik, rasakan dengan sungguh-sungguh.”Aku tba-tiba mendekat.“Mulai sekarang, kerahkan seluruh kemampuanmu. Gunakan semua yang pernah kuajarkan padamu. Napas, ciuman, tatapan mata... pikat aku!”Viona mengangguk, suaranya sedikit gemetar. Pipinya merah merona, lalu dengan cepat dia mengecup pipiku.Meski hanya sentuhan sesingkat kilatan capung di atas air, tapi sikapnya yang malu-malu membuat tenggorokanku langsung menegang,
Magbasa pa