ログインAku adalah sang penempa di balik para it-girl masa kini. Tugasku sederhana… Mengubah setiap gadis-gadis polos bagai kertas putih menjadi pribadi menawan yang mampu menaklukkan hati siapa pun. Dan langkah pertamanya akan kumulai sendiri, melalui sebuah prosedur bernama uji kecocokan tubuh. Saat duduk di hadapanku, tubuhnya bergetar karena sentuhanku. Namun, dengan kepolosan yang naif serta hasrat yang ada, dia mengikuti ritmeku… memperlihatkan dirinya sesuai apa yang kuinginkan. Aku tahu… aku telah menemukan seorang “murid spesial” yang terbaik.
もっと見るTak butuh waktu lama.Nama “Ganu” dan gelar “sang penempa it-girl” yang dulu kubanggakan, kini berubah dari legenda kota menjadi kata paling menjijikkan di seluruh media sosial hanya dalam waktu satu hari.Di dunia maya, foto-fotoku diedit menjadi berbagai bentuk penghinaan.Alamat kantorku tersebar.Pintu kaca kantor dicoret dengan cat merah bertuliskan: [Sampah].Semua mitra yang bekerja sama denganku segera mengumumkan pemutusan kontak, sibuk menjaga jarak dan membuat pernyataan resmi lebih menusuk dari sebelumnya.Di dalam sel, lewat pengacara dan beberapa menit singkat mengakses dunia luar, aku menyaksikan reputasiku hancur perlahan.Reputasi dan jaringan yang dulu kubangun untuk menjerat mangsa, kini menjadi jerat yang melilit leherku sendiri.Semua “pelajaran intim” yang dulu membuatku bergelora, kini justru berubah menjadi bukti yang membuatku terpaku di tiang gantungan.Aku meringkuk di sudut sel, mencoba menutup telinga dari dunia luar.Namun tajuk-tajuk berita, makian netize
Kata “ditangkap” seketika membuat tubuhku membeku. Aku jatuh terduduk di sofa, napasku tercekat, tepat ketika pintu ruang wawancara dibuka didobrak paksa. Dua polisi berseragam masuk, wajah mereka tegas. Salah satunya mengeluarkan surat penahanan.Semuanya terjadi begitu cepat, begitu tidak nyata.Suasana yang baru saja diliputi kehangatan dan ketegangan menggoda, dalam sekejap berubah menjadi lokasi penyelidikan yang dingin.Viona Foxy, atau lebih tepatnya, Pengacara Viona sudah mengenakan kembali kardigannya, menutupi gaun tidurnya yang hampir membuat siapa pun hilang kendali. Dengan gerakan tenang yang menusuk, dia menyerahkan alat perekam kecil itu kepada polisi. Tatapannya tak lagi kosong atau linglung seperti sebelumnya.“Nggak mungkin…” Suaraku serak, kerongkonganku kering.“Kamu sudah tanda tangan kontrak! Kamu setuju ikut pelatihan atas kemauanmu sendiri!”Viona berbalik, mengambil map dari tas kerja yang selalu dia bawa. Di dalamnya ada salinan kontrak dokumen yang kususun d
Aku hampir saja menendang pintu rumahku hingga terbuka.Aku mendekap Viona dalam pelukanku, membungkusnya rapat-rapat dengan jas yang kukenakan.Sejak di lift tadi, dia tak bisa diam. Tangannya terus menyentuh area terlarangku.“Pak Ganu... ini yang namanya murid lebih hebat dari guru.”Aku menghempaskannya ke ranjang. Belum sempat dia bangkit, aku sudah menindihnya kembali.Tangannya menjalar di sekujur tubuhku, menyulut api di mana-mana dan akhirnya terhenti di pinggangku.“Pak Ganu… cepat masuk.”Sulit untuk menolak, aku pun melingkarkan kedua kakinya di pinggangku. Aku seperti binatang buas yang terkurung, merobek sisa-sisa penghalang terakhir di antara tubuh kami dengan membabi buta.“Ah!”Ciuman dan gigitanku meninggalkan jejak merah di sekujur tubuhnya, tapi Viona justru tertawa. Dia mengundangku lebih agresif, sampai mengangkat pinggulnya.Dia menggunakan cara yang pernah kuajarkan padanya. Menciumku, membelai setiap jengkal tubuhku, bahkan... memuaskanku.Tiba-tiba dia bangkit
Di hari kencan itu, aku sengaja menjemput Viona di apartemennya.Di dalam mobil, sudah kusiapkan hadiah dan buket bunga yang kupilih khusus untuknya.Dari kejauhan, aku melihatnya berjalan ke arahku sambil memeluk tumpukan dokumen, tampak sedikit kewalahan. Namun, saat melihatku, senyum merekah di wajahnya.“Pak Ganu.”Demi kencan hari ini, dia sengaja mengenakan gaun hitam ketat yang membungkus lekuk tubuhnya.“Panggil Ganu saja. Untuk hari ini, aku adalah pacarmu.”“Setelah sesi ini berakhir, aku akan carikan pasangan yang cocok untukmu. Jadi... pelajari dengan baik, rasakan dengan sungguh-sungguh.”Aku tba-tiba mendekat.“Mulai sekarang, kerahkan seluruh kemampuanmu. Gunakan semua yang pernah kuajarkan padamu. Napas, ciuman, tatapan mata... pikat aku!”Viona mengangguk, suaranya sedikit gemetar. Pipinya merah merona, lalu dengan cepat dia mengecup pipiku.Meski hanya sentuhan sesingkat kilatan capung di atas air, tapi sikapnya yang malu-malu membuat tenggorokanku langsung menegang,
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.