Lin Ye Su duduk di atap paviliun Qinglan. Seruling gipk putih berada di atas bibirnya, mengalunkan melodi indah, namun menyayat hati. Lagu itu ibunya yang menciptakan, menemani malam sunyi Lin Ye Su sejak permaisuri meninggal karena penyakit misterius, dan bahkan tabib terbaik di istana pun tak mampu menyembuhkannya. Sesekali matanya menerawang ke langit. Teringat akan ibunya yang pergi ke surga sejak dirinya masih berusia 6 tahun. "Ibu, apa kau bahagia di sana?" ujarnya. "Kau tahu, selama empat belas tahun ini, aku berpura-pura bodoh, dan menyembunyikan bakat kultivasiku karena keserakahan di istana." Suasana kembali hening, Lin Ye Su kembali memainkan seruling gioknya, kali ini nada penenang. Sebenarnya ibunya adalah pemain guqin terbaik, dan seorang tabib. Namun karena dia sifat iri seseorang, ibunya harus berakhir tragis. Dia sudah tahu, pembunuh ibunya adalah adik ayahnya, ayah Lin Hua Su yang memang ingin menggoyahkan istana Yanqing karena dia tahu, ayahnya begitu mendamba
Última actualización : 2026-02-01 Leer más