Angin malam berdesir panjang di atas permukaan kolam teratai Istana Yanqing. Bayangan bulan terpecah-pecah oleh riak air, seperti hati Lin Ye Su yang kini terbelah antara darah dan cinta. Lin Hua Su menatapnya seolah menatap orang gila. "Baik lah kalau itu menjadi keinginanmu," desisnya pada akhirnya. "Kalau begitu, Putra Mahkota, bersiaplah. Karena mulai malam ini, bukan hanya aku yang akan menentangmu." "Dan aku tidak peduli, meskipun semua faksi akan bersatu dan menggulingkanku." "Dasar kerasa kepala!" seru Lin Hua Su. Jubahnya berputar tajam ketika ia membalikkan badan. Sosoknya menghilang di balik lorong batu, meninggalkan udara yang terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya. Keheningan menyelimuti kolam. Hanya suara napas Shen Lihua yang masih gemetar dalam pelukan Lin Ye Su. Beberapa saat kemudian, Lin Ye Su melepaskannya perlahan. Tangannya tetap menahan bahu wanita itu, seolah takut ia benar-benar jatuh. "Jangan dipikirkan, kau akan aman jika di sisiku," u
Last Updated : 2026-02-14 Read more