LOGINShen Lihua adalah putri sulung dari klan terkemuka Shen. Sejak kecil dia bercita-cita ingin menjadi seorang tabib wanita pertama di dinasti Ruo. Namun, semua harapannya kandas ketika ayahnya memaksa dia menikah dengan Jenderal Qu Liang, dan melahirkan keturunan Qu. Takdir tak pernah berpihak pada Shen Lihua, setelah 3 tahun menikah, Shen Lihua tak kunjung hamil. Hingga pagi menyesakkan itu tiba, pelayanan kediaman Jenderal—Su Minshan—hamil anak Qu Liang karena perselingkuhan. Keluarganya menuduh Shen Lihua mandul, dan menjadi aib keluarga sendiri. Dia dibuang, diusir klannya sendiri, dicaci maki. Malam di mana dia diasingkan seorang pria tua menolongnya, dan menjadikannya murid. Pria itu adalah Lan Rui Hong—tabib legendaris yang memilih mengasingkan diri di gunung. Setelah waktu berlalu, akhirnya Shen Lihua kembali, dan menuntut balas.
View MoreCahaya putih seperti kabut tipis itu membawa Shen Lihua dan Lin Ye Su entah ke tahun ke berapa.Yang pasti istana tengah meriah dengan hiasan dan keramaian. Ini seperti pesta pernikahan.Benar saja, hari ini adalah pesta pernikahan Lin Shue dan Xian Yi. Sekaligus penobatan Lin Shue sebagai putra mahkota menggantikan Lin Que Yang, yang gelarnya dicopot karena semua mengatakan jika Lin Que Yang tidak mampu memiliki keturunan.Shen Lihua berdiri di sana di aula yang megah, di sisinya Lin Ye Su tengah setia menggenggam tangan orang yang dia cintai."Kalau tidak kuat, kita pergi. Aku tahu, perbuatan ayahmu tak termaafkan lagi." Lin Ye Su menghela napas lagi. "Dulu aku sangat membanggakan ayahku, Kaisar Kin. Aku pikir dia orang yang berhati mulia. Namun, pada kenyataannya dialah orang yang menghancurkan segalanya.""Aku tetap di sini, aku hanya ingin melihat Ibu berdiri di atas singgasana, menjadi seorang permaisuri. Biarkan aku egois kali ini," ujarnya.Namun matanya terus saja menatap sos
Shen Lihua dan Lin Ye Su masih terjebak di tahun itu. Malam ini datang dengan sunyi yang mencekam, menyelimuti Istana Yanqing setelah gelar Putra Mahkota dicabut dari Lin Que Yang. Angin berembus pelan, membawa hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang, seakan ikut meratapi nasib seorang pangeran yang kini kehilangan segalanya. Sejak saat itu, Lin Que Yang lebih banyak mengurung diri di kediamannya. Paviliun timur yang kini ia tempati tampak sunyi dan dingin, jauh dari kemegahan yang dulu melekat pada dirinya yang sebelumnya tinggal di paviliun barat. "Bagaimana bisa begini… Lin Ru, bagaimana mungkin...." Suara Shen Lihua bergetar pelan, namun kalimatnya terhenti di tenggorokan, seolah ada sesuatu yang menahan kata-kata itu untuk keluar. Di sampingnya, Lin Ye Su hanya menggeleng pelan. Tatapannya tertuju lurus ke depan, ke arah sosok Lin Que Yang yang duduk tenang di beranda kediamannya. Jemarinya bergerak perlahan di atas senar guqin, memetik nada demi nada yang mengalun lirih
Shen Lihua maupun Lin Ye Su sama-sama tertegun. Kebenaran yang tersingkap di hadapan mereka begitu mengguncang hingga sulit untuk dicerna, seakan seluruh keyakinan yang selama ini mereka pegang perlahan runtuh menjadi serpihan tak beraturan. Mereka tidak pernah menyangka, bahwa di balik sikap tenang dan wibawa yang selama ini ditunjukkan oleh sang Kaisar, ternyata menyimpan kebencian yang begitu dalam terhadap Lin Que Yang. Shen Lihua menutup mulutnya dengan gemetar, napasnya terasa tercekat di dada. "Kenapa… kenapa Ayah bisa sekejam itu?" bisiknya lirih, suaranya nyaris tak terdengar. Untungnya, hanya Lin Ye Su yang mampu mendengar kata-katanya. Lin Ye Su mengerutkan kening, matanya tetap terpaku pada pemandangan di hadapan mereka, seolah takut kehilangan satu detik pun dari kebenaran yang perlahan terkuak. "Ini… sama persis dengan yang tertulis dalam manuskrip milik Ayah Lin Que Yang," ucapnya pelan, "Aku tidak mengerti… kenapa orang yang kita anggap jahat ternyata tidak seperti
Meski kebingungan masih menyelimuti mereka, keduanya tetap melangkah perlahan menyusuri halaman istana yang luas dan megah itu. Angin berembus lembut, menggerakkan tirai-tirai sutra yang tergantung di setiap paviliun, sementara cahaya matahari sore memantul di permukaan batu giok yang menghiasi jalan setapak. Kabar baiknya, tak satu pun orang di tempat itu mampu melihat ataupun merasakan kehadiran mereka, karena pada kenyataannya, hanya jiwa mereka yang terjebak dalam distorsi ruang dan waktu. Shen Lihua memperlambat langkahnya, sorot matanya mengamati setiap sudut dengan saksama. Wajah-wajah yang ia lihat terasa begitu familiar, namun tampak jauh lebih muda. Langkahnya terhenti ketika pandangannya tertumbuk pada sebuah pemandangan yang membuat napasnya tercekat sejenak. Di bawah bayangan pohon plum yang sedang berbunga, seorang anak kecil berusia sekitar tiga tahun tampak merengek sambil menggerakkan kedua tangannya ke arah seorang wanita yang berdiri di hadapannya. Wajah anak
Ketiganya terdiam. Bahkan Shen Lihua sendiri terkejut oleh ucapan gurunya. "Janin?" ulangnya lirih. Suaranya bergetar, nyaris tak terdengar. Apakah ia sedang bermimpi? Selama tiga tahun menjadi istri Jenderal Qu, ia dicap mandul—wanita tak berguna yang tak mampu melahirkan darah keturunan keluarg
Jauh di dalam hutan lebat, ribuan li dari Pegunungan Qishan, tiga sosok bersembunyi di balik rimbunnya pepohonan. Shen Lihua bersandar pada batang pohon tua yang menjulang tinggi. Napasnya tersengal, dadanya naik turun tak teratur. Energi spiritualnya terkuras hampir habis, meninggalkan rasa hamp
Langit di atas Istana Yanqing membentang pucat, tertutup kabut tipis yang belum sepenuhnya sirna oleh matahari siang. Angin musim semi berembus lembut, menggerakkan lonceng-lonceng kecil di sudut atap sehingga dentingannya terdengar lirih, nyaris seperti bisikan roh-roh masa lalu. Shen Lihua be
Kabut Gunung Qishan bergerak pelan, menelan sosok tinggi yang berdiri di antara abu dan arang. Angin berembus dari utara, membawa sisa panas kebakaran yang belum sepenuhnya padam. Bau kayu terbakar dan tanah gosong menusuk hidung, bercampur samar dengan aroma obat-obatan yang dulu sering tercium d






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore