Malam kian larut. Di luar Paviliun Timur, angin musim gugur berdesir melewati dedaunan, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Lentera-lentera istana bergoyang perlahan, seakan ikut menyembunyikan rahasia yang baru saja diucapkan di dalam kamar itu. Su Minshan menunduk, bibirnya sedikit melengkung.Menjadikan Shen Lihua senjata untuk kehancurannya sendiri. Ia menyukai kata itu. Dengan begiti, dia akan mampu menduduki posisi tertinggi bagi seorang wanita—menjadi istri Kaisar di negara Yanqing. "Pangeran, Jika Shen Lihua menjadi pisau," ucapnya pelan, "Maka siapa tangan yang akan menggerakkannya?" Lin Hua Su tertawa rendah—tawa yang teredam, namun sarat keangkuhan."Tentu saja aku," jawabnya. "Dan kau… adalah racun yang melapisi bilahnya." Ia mengangkat tangannya, menyentuh pipi Su Minshan. Sentuhan itu lembut, hampir penuh kasih, namun mata pria itu dingin seperti danau beku di puncak gunung. "Putra Mahkota terlalu percaya diri," lanjutnya. "Dia mengira Seruling Jiuyi
Última actualización : 2026-02-08 Leer más