Rasa sakit adalah hal pertama yang menyambut kesadaran Hiroshi. Itu bukan rasa sakit yang tajam, melainkan denyutan tumpul yang merambat dari tulang punggung hingga ke dasar tengkoraknya. Ia mencoba membuka mata, namun kelopak matanya terasa berat, tertutup oleh lapisan debu radioaktif dan darah yang mengering. Hiroshi tidak jatuh ke tanah keras; ia mendarat di atas tumpukan kabel industri dan jaring baja yang menggantung di sela-sela dinding reaktor nomor empat yang runtuh.Ia terengah-engah, setiap tarikan napasnya terasa perih akibat filter udara helmnya yang retak. Di atasnya, siluet helikopter evakuasi menjauh, menghilang di balik awan kelabu Fukushima. Hiroshi teringat kilatan pisau perunggu itu—pengkhianatan oleh Takeshi, komandan unit bayangannya sendiri yang telah ia percayai selama sepuluh tahun. "Kehidupan abadi..." bisik Hiroshi parau, suaranya teredam oleh kesunyian reruntuhan. "Mereka bahkan bisa membeli kesetiaan dengan janji yang tak masuk akal."Dengan susah payah, Hi
Última actualización : 2026-02-11 Leer más