LOGIN"Aku bukan lagi istrimu yang penurut, Hiroshi. Mulai malam ini, kau hanyalah narapidana di rumahmu sendiri." Lima tahun pernikahan bagi Aiko Tanaka hanyalah sebuah penantian panjang yang berujung pahit. Hiroshi Tanaka, sang CEO karismatik yang ia cintai, tidak hanya mengabaikannya, tetapi juga mengkhianatinya dengan rencana masa depan bersama wanita lain. Namun, saat bukti pengkhianatan itu terungkap dan skandal besar mengancam takhta sang CEO, Hiroshi justru berlutut memohon ampun. Ia tidak bisa kehilangan posisinya, dan ia baru menyadari bahwa ia tidak bisa hidup tanpa Aiko. Aiko tidak memilih untuk pergi begitu saja. Ia kembali, namun bukan sebagai istri yang pemaaf. Ia membawa sebuah Kontrak Penebusan yang kejam. Isi Kontrak itu sederhana namun mematikan: Hiroshi harus tinggal kembali di bawah atap yang sama. Di kantor ia adalah penguasa, namun di rumah ia adalah pelayan. Dan yang paling merendahkan: Hiroshi harus tidur di lantai kamar utama, dilarang menyentuh Aiko tanpa izin, sementara ia dipaksa menyaksikan wanita yang ia sia-siakan itu kini menjadi penguasa atas hidupnya. Di bawah bayang-bayang ancaman pemerasan dari sang mantan selingkuhan dan pengawasan ketat kontrak tersebut, Hiroshi harus memilih: Mempertahankan sisa egonya atau menyerahkan seluruh martabatnya demi mendapatkan kembali cinta yang telah ia hancurkan. Ini bukan sekadar cerita tentang maaf. Ini adalah tentang kontrak yang mengubah ranjang pernikahan menjadi medan perang penebusan.
View More## Bab 78: Dokumen PenghancurKeheningan di ruang kerja Aiko terasa begitu pekat, seolah-olah oksigen telah dihisap keluar, menyisakan ketegangan yang menyesakkan dada. Cahaya lampu meja yang redup hanya menyinari sebagian wajah Aiko yang tampak pucat, kontras dengan bayangan Hiroshi yang berdiri kaku di depannya.Di atas meja kayu ek yang mewah, terdapat sebuah map kulit berwarna hitam. Map itu tampak biasa saja, namun bagi siapapun yang mengetahui isinya, benda itu adalah bom waktu yang mampu meratakan silsilah keluarga Tanaka hingga ke akar-akarnya.“Apa ini, Hiroshi?” suara Aiko bergetar, hampir menyerupai bisikan.Hiroshi tidak segera menjawab. Matanya menatap map itu dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara pelepasan dan kehancuran. “Itu adalah kunci kebebasanmu, Aiko. Dan akhir dari kebohonganku.”Dengan gerakan perlahan, Hiroshi membuka map tersebut. Di dalamnya terdapat tumpukan dokumen asli yang selama ini disembunyikan di brankas paling rahasia milik ayahnya, Ara
## Bab 77: Kecemburuan Sang CEO PengabdiLampu kristal di aula *ballroom* Hotel Grand Mulia memantulkan cahaya yang menyilaukan, seolah berusaha menutupi kegelapan intrik yang bersembunyi di balik jas tuksedo dan gaun sutra para tamu. Malam ini adalah pesta perayaan aliansi strategis industri manufaktur, namun bagi Aiko, ini adalah medan perang.Aiko melangkah dengan dagu terangkat, mengenakan gaun malam berwarna merah marun yang membalut tubuhnya dengan sempurna—elegan, berkuasa, dan tak tersentuh. Di belakangnya, setia seperti bayangan yang tak bersuara, Hiroshi berjalan dengan langkah terukur. Ia mengenakan setelan hitam pekat tanpa dasi, posisi yang secara visual menegaskan statusnya saat ini: bukan lagi sang penguasa Tanaka Group, melainkan asisten pribadi sang ratu."Ingat rencana kita, Hiroshi," bisik Aiko tanpa menoleh sedikit pun. "Kenji akan menjadi umpan. Aku butuh sisa-sisa pengikut ayahmu menampakkan diri malam ini. Jangan lakukan apa pun tanpa perintahku."Hiroshi hanya
## Bab 76: Ancaman Kenji yang BerbedaSuara rintik hujan mulai menghantam kaca jendela kantor CEO Tanaka Group, menciptakan irama monoton yang seolah berusaha mencuci sisa-sisa ketegangan dari konfrontasi di balkon tadi. Di dalam ruangan, lampu-lampu temaram memberikan bayangan panjang pada sosok Aiko yang masih terpaku di kursi kebesarannya. Di atas meja kerja yang dingin, sebuah ponsel bergetar. Getarannya terasa seperti sengatan listrik di tengah keheningan. Aiko melirik layar. Sebuah nama muncul, nama yang selama ini menjadi tempatnya berpaling ketika dunia Tanaka terasa terlalu menyesakkan: **Kenji**.Aiko menggeser tombol hijau, meletakkan ponsel itu ke telinganya. "Kenji? Ada apa menelepon selarut ini?""Aku melihat beritanya, Aiko," suara Kenji terdengar berat, namun ada nada yang tidak biasa di sana—sesuatu yang lebih tajam dari sekadar kekhawatiran. "Selamat atas kemenanganmu di dewan direksi. Tapi aku juga melihat si pengkhianat itu masih menempel di belakangmu seperti bay
## Bab 75: Di Bawah Langit Malam KantorAngin malam berembus kencang di ketinggian lantai empat puluh dua, mempermainkan helai rambut Aiko yang terlepas dari sanggul rapinya. Di balkon luas kantor pusat Tanaka Group, kerlip lampu kota Jakarta membentang seperti hamparan permata yang tumpah di atas beludru hitam. Namun, bagi Aiko, pemandangan itu terasa hampa. Kekuasaan yang baru saja ia rebut melalui drama ruang rapat beberapa jam lalu terasa berat, seperti mahkota berduri yang mulai melukai kepalanya.Suara gesekan pintu kaca yang bergeser memecah keheningan. Aiko tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang datang. Aroma maskulin yang bercampur dengan bau antiseptik dari luka yang baru dibalut itu sudah sangat familiar baginya.Hiroshi melangkah mendekat, namun ia berhenti tepat dua meter di belakang Aiko. Jarak aman. Jarak yang ditentukan oleh kontrak, dan kini, oleh rasa tahu diri yang mendalam."Malam ini sangat dingin, Aiko. Anda harus masuk ke dalam," suara Hiroshi rendah, hampir
Angin laut yang dingin menusuk hingga ke tulang, membawa aroma garam yang tajam bercampur dengan sisa-sisa bau ozon yang menyengat dari bangkai satelit yang terbakar saat memasuki atmosfer. Di atas lambung wahana Abyssal Explorer yang kini hanya berupa rongsokan baja yang mengapung dan menghitam, H
Tentakel hitam yang keluar dari inti Jantung Gaia itu bukan sekadar energi murni; ia memiliki tekstu
Hiroshi terhempas ke dinding organik piramida yang terasa kenyal namun kokoh, seperti otot raksasa yang sedang menegang. Rasa sakit menjalar dari bahu kanannya yang menghantam tonjolan kristal, tetapi rasa perih di dadanya jauh lebih hebat saat ia menatap pemandangan di depannya. Aiko—istri yang ia
Suasana di dalam wahana penyelam Abyssal Explorer berubah dalam hitungan detik dari kelegaan singkat yang rapuh menjadi teror murni yang menyesakkan dada. Alarm sonar yang semula berbunyi ritmis kini mengeluarkan lengkingan panjang yang memekakkan telinga, menandakan adanya ancaman multipel yang da
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.