Setelah tabib pergi meninggalkan kamar dengan pengawalan ketat, keheningan yang menyesakkan kembali turun menyelimuti ruangan.Sienna masih duduk mematung di atas ranjang. Tangannya bertumpu di atas perutnya, mata Sienna menatap kosong ke arah selimut.Sementara itu, Lucian berdiri di dekat jendela, memijat pangkal hidungnya dengan keras. Pikirannya berpacu, mencoba mencari jalan keluar dari jaring masalah yang terus menghampiri.Tercetus sejenak di benak Lucian untuk membawa Sienna kembali ke kastil utama Duchy Lorraine di wilayah utara malam ini juga. Namun, pikiran itu langsung ia tepis mentah-mentah. Ibunya berada di sana. Wanita tua yang angkuh itu sangat menentang hubungannya dengan Sienna. Tidak ada jaminan Sienna akan selamat dari intrik ibunya, apalagi dengan kondisi membawa janin pewaris darah Lorraine.Lagipula, masih ada begitu banyak urusan politik di Ibu Kota yang harus ia selesaikan. Ia tidak mungkin meninggalkan Sienna sendirian di utara tanpa pengawasannya, namun ia
Ler mais