LOGINDemi menghindari pernikahan dengan seorang Viscount tua dengan dua istri yang membencinya, Sienna membuat keputusan gila, menyerahkan kesuciannya pada pria asing di rumah bordil. Rencananya sederhana, membuat pernikahannya tidak sah di mata kuil karena menikah dalam keadaan tidak perawan. Tanpa Sienna sadari ia telah menjual dirinya pada pria yang jauh lebih berbahaya daripada sang Viscount.
View MoreUdara di dalam penjara bawah tanah Rivendia selalu membawa aroma kematian. Namun bagi Alexander, pria yang dulunya duduk gagah di atas takhta kekuasaan, aroma itu telah menjadi satu-satunya teman yang tersisa. Ia terbaring tak berdaya di sudut selnya yang sangat gelap dan lembap. Tubuhnya melemah dari hari ke hari dengan kecepatan yang tak wajar. Bukan karena siksaan fisik atau racun yang sengaja diberikan, melainkan karena pikirannya telah lama menyerah pada dunia ini.Tanpa kehadiran Lottie, hidupnya hanyalah sebuah ruang hampa yang menyiksanya setiap detik. Jiwanya telah hancur lebur, membusuk bersama tumpukan penyesalan dan rasa bersalah yang terus menggerogoti kewarasannya dari dalam. Ia tahu dengan pasti bahwa ia pantas mendapatkan akhir yang menyedihkan ini. Dalam diam, ia hanya sedang menunggu sang dewa kematian untuk segera menjemputnya.Kesadaran Alexander perlahan mulai menipis, tersedot perlahan ke dalam pusaran kekosongan yang pekat. Tubuhnya kini terasa seringan kapas.
Malam harinya, suasana di dalam kamar utama kekaisaran terasa jauh lebih hening dan intim. Cahaya keemasan dari perapian dan lilin-lilin aromaterapi menari-nari memantul di dinding ruangan, menciptakan bayangan yang menenangkan.Sienna duduk bersandar di kepala ranjang dengan jubah tidur sutranya, sementara Lucian duduk di tepi ranjang, baru saja selesai melepaskan atribut kekaisarannya. Kesempatan berdua ini langsung digunakan Sienna untuk menumpahkan seluruh rasa kesalnya atas kejadian sore tadi di taman."Dia benar-benar tidak bisa dikendalikan, Lucian," omel Sienna sambil memijat pelipisnya pelan. "Kau tahu apa yang putrimu katakan pada Maximilian setelah menjatuhkannya ke tanah dengan pedang kayu? Dia memanggil anak itu lemah. Benar-benar secara terang-terangan di depan wajahnya!"Alih-alih merasa khawatir atau marah, sebuah tawa bariton yang berat dan dalam justru meluncur dari dada Lucian. Pria itu terkekeh geli membayangkan putri kecilnya bertingkah pongah seperti penguasa k
Sepuluh Tahun Kemudian...Angin musim semi berhembus sejuk menyapu taman utama Istana Kekaisaran. Selama satu dekade terakhir, kekaisaran berada di puncak masa kejayaannya di bawah kepemimpinan Kaisar Lucian dan Permaisuri Sienna.Namun, kebanggaan sejati istana kini terletak pada dua permata kembar mereka yang telah tumbuh besar.Putra Mahkota Cedric tumbuh menjadi sosok pemuda kecil yang luar biasa brilian. Di usianya yang baru menginjak sepuluh tahun, ia memiliki ketenangan, kecerdasan analitis, dan kemampuan beradaptasi yang membuat para mentor istana berdecak kagum.Di sisi lain, sang adik kembar, Grand Duchess Leyla, tumbuh menjadi kebalikan yang sempurna.Jika Cedric ibarat danau tenang yang dalam, Leyla adalah api liar yang tak bisa diam. Gadis kecil itu mewarisi wajah ibunya, namun mata merah yang persis Cedric, semangat tempur dan sifat keras kepala yang seratus persen menurun dari ayahnya.Suara benturan kayu terdengar nyaring memecah keheningan taman sore itu.Trak! Trak!
Malam musim panas yang seharusnya tenang itu seketika berubah menjadi keributan di dalam sayap utama kekaisaran. Menjelang waktu subuh, ketuban Sienna pecah lebih awal dari perkiraan tabib, memicu kepanikan yang membuat seluruh penghuni istana terbangun."Panggil tabib dan pelayan! Sekarang!"Suara bariton Lucian yang biasanya sangat terkontrol kini menggelegar membelah lorong istana, sarat akan kepanikan yang luar biasa. Sang Kaisar, yang tak pernah gentar menghadapi puluhan ribu pasukan musuh di medan perang, kini terlihat pucat pasi saat melihat istrinya meringkuk menahan rasa sakit di atas ranjang.Marta yang sudah bersiaga segera mengambil alih kendali. Gadis itu berlari memberikan instruksi tegas kepada para pelayan untuk merebus air, membawa handuk bersih, dan memastikan tabib utama segera tiba di kamar.Dalam hitungan menit, kamar utama kekaisaran telah diubah menjadi ruang bersalin. Sesuai dengan hukum dan tradisi istana, seorang Kaisar seharusnya menunggu di luar ruangan hi
Sore itu Sienna duduk dalam keheningan, mencoba menenangkan saraf-sarafnya yang tegang. Jemarinya bergerak telaten, merajut benang emas membentuk lambang kebanggaan Duchy Lorraine di atas sehelai sapu tangan sutra putih. Sapu tangan itu rencananya akan menjadi hadiah kecil untuk Lucian, sebuah pen
Di dalam kemegahan kamar pribadi Putra Mahkota di Istana Kekaisaran, suasana remang diterangi oleh cahaya lilin yang temaram.Arthur tengah menyudutkan seorang pelayan muda berwajah merona ke dinding. Jari-jarinya menyusuri rahang pelayan itu, mengangkat dagunya dengan lembut."Mata coklatmu itu...
Sementara kepanikan melanda kamar utama, kesunyian yang mencekam menyelimuti kamar Tabib.Damien berdiri diam di tengah ruangan tersebut. Matanya yang tajam menyapu setiap sudut kamar yang terlihat rapi. Tidak ada botol ramuan yang tersisa, tidak ada pakaian di dalam lemari kayu itu. Membuatnya te
Bruk!Baron Borgia jatuh tersungkur di atas tanah berkerikil di pelataran depan. Sebelum ia sempat bangun untuk mengutuk lagi, seorang pelayan pria melangkah tenang menuruni anak tangga batu.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore