“Kenapa kau membatalkan kepulangan ke wilayahmu?” Arthur bertanya tanpa basa basi, wajahnya masih tersenyum walau matanya terlihat berkilat penuh kebencian.Berbeda dengan mata merah Lucian, mata Arthur berwarna biru cerah, persis seperti warna mata ibunya, sang permaisuri yang telah lama meninggal.Di mata orang awam, mata itu mungkin terlihat indah, tapi bagi Arthur, mata itu mengingatkan pada kecacatannya sendiri.Seluruh Kaisar terdahlu, termasuk ayahnya sendiri, memiliki mata merah. Begitu pula ayah Lucian yang merupakan kembaran sang kaisar, dan Lucian sendiri.Setelah kelahiran Lucian yang hanya beberapa hari setelah kelahirannya, beberapa bangsawan mulai pecah karena perbedaan pendapat.Beberapa menganggap bahwa Arthur tidak pantas, tapi beberapa menganggap bahwa garis keturunan jauh lebih penting.Hal itu mendorong ayah Lucian yang menyayangi kakaknya untuk menjauh dari ibu kota. Tapi Arthur, tidak pernah bisa menghapus rasa inferior dalam hatinya setiap kali ia berdiri di ru
Última actualización : 2025-12-25 Leer más