Di dalam jet pribadi, Daniel memperhatikan Dalton yang terus menatap ke arah luar jendela, ke arah kegelapan laut Mediterania. "Bos, Anda harus istirahat. Kita akan mendarat tiga jam lagi," ucap Daniel. "Aku tidak bisa tidur, Daniel. Setiap kali aku memejamkan mata, aku seperti mencium aroma Ana, aku merasa dia sedang memikirkan ku, aku juga sedang memikirkan apa tanggapan Ana saat aku membawa ibuku nanti." Dalton menyentuh saku jasnya, tempat ia menyimpan foto anak dan istrinya. "Nyonya pasti mengerti, saat kamu menjelaskan nanti." "Daniel," Dalton masih terlihat resah. "Ada apa, Bos? Sekarang sebaiknya Anda istirahat dulu, simpan tenagamu untuk besok, Bos." Dalton seolah tak mendengar saran Daniel, "Menurutmu, apakah dia masih mengenalku? Setelah tiga puluh tahun di dalam sana, apakah dia masih mengingat wajah anak yang dulu dia coba selamatkan?" Daniel terdiam sejenak. "Ibu tidak akan pernah lupa, Bos. Bahkan jika dunia menghapus namanya, seorang ibu akan selalu mengen
Leer más