Dalton berjalan mundur, bersandar pada meja, napasnya memburu. Kabut gelap masih menyelimuti pikirannya, ia menatap foto di Siberia itu, lalu menatap Daniel. "Hantu dari masa lalu! Hantu itu tahu persis di mana titik lemahku, Daniel. Dan hantu itu ... baru saja menggunakan mu untuk menyerang ku.""Cari pengirim foto ini," perintah Dalton, suaranya kembali dingin, namun kali ini ada nada keputusasaan yang tersembunyi di dalamnya. Ia tak bisa kehilangan Daniel apalagi kehilangan Anastasia, mereka berdua nadi dalam tahap tubuhnya. "Cari, atau aku sendiri yang akan memastikan kamu tidak akan pernah bisa melindunginya lagi. Keluar!"Daniel tidak membantah. Setelah bangun, dengan wajah sepucat kertas, ia membungkuk hormat lalu melangkah mundur. Ia tahu, sekali keraguan masuk ke dalam hati seorang Dalton Obsidian. Tapi Dalton butuh lebih dari sekadar kata-kata untuk mencabut keraguan itu. Daniel segera keluar dari ruangan itu, tepat saat Ana muncul di ujung lorong dengan nampan berisi kopi
Leer más