Dokter dan perawat datang membantu persalinan yang belum selesa, Dokter dan perawat yang pingsan segera di pindahkan. Dengan sigap para tenaga medis menangani putri Ana yang sejak tadi menangis. Beberapa waktu kemudian Ana sudah bersih putrinya pun sudah berada di box bayi, mereka sudah berada di ruangan rawat inap. Sejak tadi Dalton hanya memperhatikan tak berani berkata atau menatap mata Ana."Dalton ...?" bisik Ana, suaranya nyaris hilang."Iya, Ana." Dalton yang duduk di sofa mendekat. Tangannya yang tadi digunakan untuk menghancurkan Elena, kini bergetar hebat saat menyentuh pipi Ana. "Aku di sini, Sayang. Kamu mau makan?" tanya Dalton, mencoba bersikap tenang."Ellena kembali? Apakah dia berniat menghancurkan kita?" Dalton menelan ludah, "Ana, kamu lihat sendiri, ular tetaplah ular, di organisasi ku, jika sudah ketahuan berkhianat maka harus di bunuh. Karna kebaikan hatimu, aku melepaskannya, dan dia kini kembali, dia tak akan pernah berhenti mengganggu jika masih bernyawa."
Read more