Dokter Handoko tertawa lepas. "Aman, Pak. Bayinya terlindungi ketuban. Justru itu 'pelumas' alami paling manjur." Sepanjang perjalanan pulang di mobil, suasana mendadak canggung luar biasa. Dalton menyetir dengan sangat pelan, matanya lurus ke depan, tapi tangannya meremas kemudi hingga berderit. "Ana," panggil Dalton setelah lima menit hening. "Hm?" Ana menyahut tanpa menoleh, masih malu. "Kenapa dokter itu memakai istilah 'ditengok'? Aku tadi hampir mengira dia menyuruhku membelikan kamera CCTV untuk dipasang di perutmu," gumam Dalton dengan nada datar tapi bingung. Ana meledak dalam tawa. "Kamu itu ya... katanya mafia hebat, tapi bahasa dokter aja nggak nyambung!" Dalton mendengus, tapi kemudian sudut bibirnya terangkat tipis. Ia melirik perut Ana, lalu berbisik pelan, "Berarti malam ini ... kita punya jadwal rutin untuk 'menengok' putri cantik kita?" Ana memukul lengan Dalton pelan, wajahnya makin merah. Di balik kecanggungan itu, Dalton merasa sangat bahagia. Hidup
Last Updated : 2026-04-07 Read more