LOGINAnastasia tak sengaja menabrak Dalton Obsidian. Mata pria itu terbuka. Hitam, pekat, dan tajam seperti mata elang yang sedang terluka. Selama beberapa detik, waktu seolah berhenti. Pria itu menatap Ana dengan pandangan yang sulit diartikan—antara waspada, terkejut, dan sesuatu yang lebih gelap. "Jangan... panggil... polisi," suara pria itu berat dan serak, diikuti ringisan menahan sakit yang luar biasa. "Demi Tuhan, aku akan menyesali ini," gerutu Ana. Dengan susah payah, dia membantu pria itu bangun lalu membahu pria besar itu, mengerahkan seluruh tenaganya untuk memapah si pria menuju mobilnya. Dia tidak tahu bahwa malam itu, bukan hanya nyawa pria ini yang dia selamatkan, tapi dia juga baru saja menyerahkan kebebasannya sendiri ke tangan seorang pria yang ternyata akan menjeratnya.
View MoreSore itu, langit berwarna jingga keemasan. Di beranda belakang yang menghadap ke kolam ikan, Dalton sedang menggendong baby Aurora di pangkuannya. Meskipun luka tembak di tubuhnya sudah jauh membaik, Dalton masih betah duduk di kursi santai, menikmati perhatian lebih dari sang istri. Ana berjalan mendekat sambil membawa secangkir teh Roselle hangat kesukaannya. Langkah kakinya ringan, dan senyum di wajah cantiknya memancarkan kedamaian yang seutuhnya. Setelah meletakkan cangkir di meja, Ana mengambil alih Aurora yang sudah mulai mengantuk, lalu menidurkannya sejenak di stroller di samping mereka. Setelah bayinya terlelap, Ana kembali mendekati Dalton. Bukannya duduk di kursi sebelah, Ana justru bersedekap di depan Dalton sambil menyipitkan mata indahnya, menatap sang suami dengan pandangan menyelidik yang penuh godaan. "Tuan Dalton..." panggil Ana, nadanya sengaja dibuat seformal mungkin tapi sarat akan sindiran manja. "Ini sebenarnya kamu itu memang masih sakit, atau cuma pura-
Gelak tawa renyah terdengar di ruang makan yang hangat itu, mengikis sisa-sisa ketegangan yang sempat mereka bawa lintas benua.Julian dan Mikail saling pandang, lalu tersenyum tipis. Untuk pertama kalinya dalam tiga puluh tahun hidup mereka, rasa aman yang hakiki itu benar-benar nyata. Bukan aman karena dikelilingi senjata atau barikade hukum, melainkan aman karena mereka tahu, mereka berada di tengah orang-orang yang tulus menyayangi mereka."Biarkan saja dia pergi, kemarin di Jenewa pun dia sesekali terlihat memandang foto yang dia simpan di sakunya." Sahut Mikail sambil terus mengunyah makanannya. "Pria sedingin Daniel juga butuh kehangatan. Lagipula, menghadapi dokter yang sedang merajuk jauh lebih sulit daripada meretas sistem keamanan tingkat tinggi."Dalton terkekeh, jemarinya mengetuk sandaran kursi roda dengan santai. "Kau benar, Mikail. Dan untuk kalian berdua ... selamat datang di rumah yang sesungguhnya. Mulai hari ini, Obsidian, Sam, dan semua bayang-bayang masa lalu itu
"Pesawat sudah lepas landas," ucap Daniel begitu sambungan terhubung. "Target aman secara fisik, tapi mental mereka terguncang ,mengetahui kenyataan.""Aku sudah menduganya," jawab Dalton di seberang sana, suaranya terdengar datar namun ada nada kelegaan yang terselip. "Sam selalu tahu cara menanamkan keraguan. Apa yang dia katakan pada mereka?"Daniel melirik ke arah kabin belakang tempat si kembar berada. "Dia menggunakan kartu 'kewajiban darah'. Dia mengatakan bahwa Maria-lah yang memisahkan mereka secara paksa. Mikail mulai mempertanyakan alasan di balik semua rahasia ini, sementara Julian tetap teguh pada komandonya—tapi aku tahu dia pun mencari kepastian.""Sam mencoba memutarbalikkan sejarah untuk menyelamatkan dirinya sendiri," sahut Dalton dingin. "Tapi dia lupa bahwa bukti finansial dan perlindungan yang di berikan ibu selama puluhan tahun lebih nyata daripada sekadar kata-kata manis tentang DNA.""Mereka ingin bertemu Maria segera setelah mendarat," Daniel memberi peringata
Mobil terus melaju membelah jalanan Jenewa yang mulai sepi. Cahaya lampu jalan masuk bergantian lewat jendela, menerangi wajah Mikail yang tampak gelisah. "Apakah kita salah meninggalkannya sendiri?" gumam Mikail, suaranya nyaris tenggelam oleh deru mesin, namun telinga tajam Julian menangkapnya. Julian menoleh sedikit, matanya masih menatap jalanan yang basah. "Dia meninggalkan kita lebih dulu, Mikail. Tanpa Maria, kita tidak akan pernah menjadi seperti sekarang. Kita mungkin hanya akan menjadi pion di papan caturnya." "Tapi dia bilang Maria yang memisahkan kita," ucap Mikail lagi. Kalimat Sam tentang Maria yang menyembunyikan mereka terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak. Sebagai pengacara, Mikail terbiasa melihat dua sisi cerita, dan keraguan itu mulai menyelinap. Daniel, yang duduk di kursi depan, tetap diam. Ia mencerna setiap kata yang keluar dari mulut si kembar. Ia tahu mereka sedang dalam persimpangan, mereka belum mengenal Maria juga belum mengetahui tentang mas
Matahari terik menyinari tempat di mana Ana berada kini. Ana mendekati Dalton yang sedang menggenggam cangkul di tangan. Ana memintanya membalik tanah agar kembali subur sebelum dia tanami lagi. “Dalton, ini minum. Istirahat dulu matahari sudah terik, sepertinya hari ini panas.”
Dalton keluar dari dalam rumah tendanya, langsung pergi ke belakang kandang ternak, di sana dia memiliki kamp rahasia bawah tanah yang tidak di ketahui Ana, Dalton membuka laptop militer dengan koneksi satelit yang tidak bisa dilacak, lalu terhubung dengan Daniel."Sambungkan ke ruang ra
Pagi ini Dalton sudah bisa duduk di tepi tempat tidur, meski wajahnya masih meringis saat otot perutnya menegang. Ana baru saja selesai mengganti perbannya dengan gerakan yang sangat telaten. "Kamu sudah jauh lebih baik, Dalton. Tapi jangan berpikir untuk berdiri dulu," peringat An
Bab 18Kehangatan di tengah badai.Mendengar kata Sayang yang keluar dari bibir Ana, Dalton kembali membuka mata. Dia membuang kayu yang sudah membungkam mulutnya. “Katakan sekali lagi, Ana.” Kedua alis Ana mengernyit. “Katakan apa?” Ana masih fokus memperhatikan luka






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore