Sam terdiam sejenak, seringai di wajahnya perlahan luntur saat menyadari Dalton tidak sedang menggertak sambal. Ruang kerja itu mendadak terasa lebih sempit, seolah dinding-dinding jati di sana ikut menekan Sam. "Jadi, kau sudah tahu sejauh mana?" tanya Sam, suaranya kini lebih rendah, kehilangan nada meremehkannya yang tadi. Dalton menyandarkan punggungnya, meski perih di perutnya makin menjadi, ia tetap menjaga harga dirinya. "Aku tahu segalanya, Paman." Sam mengepalkan tangannya hingga buku-bukunya memutih. Tatapan Dalton seolah menguliti semua dosa yang selama ini ia kunci rapat di dasar hatinya. "Dosa itu ... aku tidak pernah tahu kalau gadis itu mengandung," suara Sam tiba-tiba melirih, ada getaran penyesalan yang jujur di sana, namun Dalton hanya memandangnya dengan jijik. "Penyesalan tidak akan mengubah fakta kalau kau adalah monster, Paman," desis Dalton. "Kau merampas masa depan gadis itu, membuangnya seperti sampah, dan sekarang kau ingin menggunakan Ibuku untuk menc
Leer más