"Kalian bahkan belum berpegangan tangan, dan kalian sudah memikirkan langkah selanjutnya. Apakah kalian juga sudah merencanakan anak- anak kalian di masa depan?" Sophia dan aku langsung tertawa terbahak- bahak. Savannah tampak sedikit malu. "Jangan mengolok- olokku. Saya belum pernah menjalin hubungan sebelumnya, dan sekarang Saya bertemu seseorang yang sangat saya sukai, jadi tentu saja, saya banyak berpikir." Aku menunjuk ke arah Sophia. "Kalau begitu, sebaiknya kau tanya Sophia. Dia sangat percaya diri dalam hal memikat seorang pria." Savannah menoleh ke Sophia, yang langsung mengibaskan rambutnya dengan ekspresi puas. "Begini, kau harus membuat cowok selalu waspada. Bersikap manis dan perhatian, lalu sedikit menjauh. Saat dia mulai bertanya- tanya kenapa kau bersikap dingin, dia akan semakin tertarik. Buat dia terus menebak- nebak, dan sebentar lagi, kalian berdua akan bersama." Melihat ekspresi Savannah yang penuh perhatian, aku tak bisa menahan tawa. "Itu cara yang salah."
Read more