Aku melirik Wiliam dan Royce lalu berkata, "Pantas saja kalian berdua terlihat agak mirip." Tepat setelah aku mengatakan itu, semuanya mulai kabur. Aku melihat mulut Wiliam bergerak, tapi aku tidak bisa mendengar apa pun. Dengan sedikit linglung, aku bertanya, "Apa yang tadi kau katakan?" Wiliam sepertinya mengulang- ulang perkataannya, tetapi sebuah bayangan melintas di depan mataku, dan kesadaranku perlahan memudar hingga aku ambruk dalam pelukan hangat. Saat aku membuka mata lagi, aku sudah berada di sebuah kamar rumah sakit, bau disinfektan memenuhi hidungku. Aku melihat sekeliling dan melihat Royce bersandar di sisi tempat tidurku, sepertinya tertidur. Aku mencoba menggerakkan tanganku tetapi menyadari tanganku dipegang erat oleh Royce. Begitu aku bergerak sedikit, Royce langsung terbangun. Dia menatapku dengan lembut, "Kau sudah bangun?" Aku mengangguk dan bertanya, "Apa yang terjadi padaku?" Mata Royce menunjukkan sedikit keterkejutan, lalu dia mengerti maksudku. "Kam
Read more