Hari itu akhirnya tiba.Setelah beberapa hari di rumah sakit, Liora sudah diperbolehkan pulang.Mobil berhenti perlahan di depan rumah mereka, rumah yang kini terasa berbeda. Bukan lagi hanya milik Steven dan Liora.Tapi juga milik seseorang yang baru. Steven turun lebih dulu, lalu bergegas membuka pintu untuk Liora.“Hati-hati,” katanya lembut.Liora mengangguk pelan.Di pelukannya, bayi kecil itu terbungkus selimut lembut, tertidur dengan damai. Wajahnya begitu tenang, seolah dunia di sekitarnya tidak ada artinya.Steven memperhatikan sejenak, lalu tersenyum.“Mari masuk,” katanya.Dengan langkah perlahan, mereka memasuki rumah. Suasana terasa hangat, tenang, dan penuh makna.Liora tidak langsung berhenti di ruang tamu. Langkahnya justru menuju satu tempat yang sudah lama mereka siapkan.Kamar bayi.Pintu itu terbuka perlahan.Cat putih yang dulu mereka lukis bersama masih terlihat bersih dan lembut. Hiasan kecil di dinding, tirai tipis, serta perabotan yang sudah mereka pilih denga
Read more