Malam itu terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya. Embun tidak terbiasa tidur dengan orang lain di sebelahnya setelah suaminya meninggal. Pasca menikah kembali dengan Raga pun, mereka tidak tinggal di kamar yang sama. Jadi, sekarang terasa asing dengan situasi seperti ini. Raga berbaring di sisi lain ranjangnya dengan Laksa berada di tengah-tengah mereka. Embun praktis tidak bisa tidur meskipun dia memejamkan matanya dan berusaha terlihat sudah terlelap. “Kamu sudah tidur, Embun?” Tiba-tiba saja suara itu terdengar. Tidak keras, hanya terdengar rendah bak bisikan. Mata Embun terbuka. Dia menatap Raga yang ternyata sedang menatapnya. “Ada apa, Mas?” tanya Embun tak kalah lirihnya. Takut kalau-kalau suaranya akan membangunkan Laksa. Untuk beberapa waktu, Raga tidak mengatakan apa pun. Dia hanya terus menatap Embun dalam keremangan lampu kamar. “Kalau ada yang mau dibicarakan, silakan bicarakan, Mas. Aku mau tidur.” Raga pada akhirnya menggeleng. “Nggak jadi. Tidur saja.” Lalu
Last Updated : 2026-10-14 Read more