"Rumah ini sudah sangat bagus, nggak perlu pindah lagi. Maaf sudah buat kamu habisin uang demi aku," kata Listya dengan pelan.Tempat yang dipilih Andreas adalah tempat terbaik. Begitu masuk, Listya langsung menyukainya. Baik itu pemandangan, halaman, maupun balkonnya, semuanya sesuai dengan seleranya.Meskipun kediaman Keluarga Herdianto juga mewah, yang ditempati Listya selalu adalah sudut terdingin. Namun, rumah ini dipenuhi dengan kehangatan dan kebebasan. Saat hujan reda dan matahari menyinari balkon, Listya mungkin bisa menanam bunga di sana. Hanya saja, Listya segera tersadar dari lamunannya. Sebab, Andreas langsung memerintahkan asistennya untuk mengeluarkan sebuah dokumen perjanjian. Perjanjian itu terdiri dari puluhan halaman. Asisten itu langsung menjelaskan poin-poinnya dengan cermat kepada Listya.Akhir-akhir ini, Andreas mengesampingkan pekerjaannya untuk mempersiapkan hal ini. Dalam perjanjian tersebut, dia mencantumkan dan menjamin seluruh hak yang menjadi milik Listy
Read more