Tubuhku seperti gelas yang diisi dengan penuh, dengan sedikit goncangan akan meluap.Bendungan akal sehatku runtuh, suara rintihan keluar dari tenggorokanku.“Hmm …. Dokter ….” Aku menutupi wajahku dengan lengan, namun pinggangku terangkat tinggi, membuat posisi yang memalukan.Gerakan Dokter Samuel tiba-tiba menjadi kasar.Suara kain yang disobek terdengar jelas di ruang pemeriksaan, aku merasakan sebuah hawa dingin menjalar, kulitku sepenuhnya terekspos di udara.Dia memperbaiki posisiku, membuatku berlutut, pantatku terangkat lebih tinggi lagi.“Benar-benar wanita jalang, sungguh menggoda!” Suaranya sangat serak.Rasa malu melanda diriku seperti gelombang air, tapi tanpa diduga malah memunculkan rasa gairah yang lebih kuat.Aku mendengar diriku memohon dengan suara asing, “Tiduri aku, aku mohon .… Aku sudah tidak tahan lagi, butuh Dokter Samuel untuk mengisi kekosonganku ….”Aku seperti wanita paling cabul di dunia, hasratku sepenuhnya bangkit, mengatakan kata-kata tidak tahu malu i
Baca selengkapnya