"Awww! Aisha!" Cakrawala sontak menjerit, merasakan pundak yang lumayan nyeri akibat dari gigitan sang istri.Pria itu tak mampu lagi menghalangi Aisha untuk lari darinya."Gadis kecil, energinya masih kuat, memang sering membuat orang tua seperti aku ini terkejut," ujar pria itu lagi, meski sambil meringis menahan sakit. Dia mengusap-usap pundak bekas gigitan istrinya agar rasa sakit itu sedikit tersamarkan.Bukannya jera dan kapok, Cakrawala justru merasa semakin tertantang. Lagi-lagi, lelaki itu tersenyum misterius, seperti menyusun suatu rencana yang menakjubkan untuk Aisha.Begitu merasa nyerinya sudah sedikit mereda, Cakrawala kembali menancap gas. Dia berlari dengan kakinya yang jenjang, masuk ke kamar, lalu turun ke lantai bawah untuk mencari Aisha."Aisha, jangan lari!" teriak Cakrawala tanpa ampun. Dia bahkan tak sungkan atau pun malu ketika berpapasan dengan para asisten rumah tangganya, dan tetap menyusuri anak tangga sampai di dekat ruang tamu.Di sofa, Aisha sedang dudu
Read more