Dia terlihat berpikir mendalam, tak mau jika sampai salah memahami apa yang Aisha maksud."Ya, Pak. Urusan pribadi," ulang Aisha, menegaskan dengan ekspresi tanpa ragu. Kali ini, gadis itu terlihat begitu ceria dan enerjik.Wajah Cakrawala mundur sedikit. Pria itu merasa heran dengan kesaksian Aisha yang menurutnya tak masuk akal."Ya, coklatnya aku terima, Pak. Terima kasih, ya," kata Aisha lagi. Kali ini sambil membuka kotak kado dengan acuh tak acuh."Sekarang, Anda boleh kembali mengurus kepentingan Anda. Saya bisa sendiri mengurus diri saya," pungkas gadis itu. Nadanya begitu datar, seakan benar-benar mengusir Cakrawala tanpa melibatkan perasaan.Raut muka Cakrawala pun menegang.Pertama, dia menduga jika Aisha sedang marah, tetapi dia belum mengerti apa sebabnya. Seingatnya, Cakrawala telah berbuat hal yang baik untuk istrinya itu.Tak ada kesalahan lain, kecuali perihal dirinya baru bisa menemui Aisha di malam ini. Itu pun, dia sudah meminta maaf dengan cara yang baik dan hati
Read more