Tanpa Arsen duga, sosok yang sangat memenuhi ruang pikirnya tiba-tiba menghampiri, menatap matanya dengan pandangan menelisik.Sebelum itu, Cakrawala merasa jengah dan berniat ingin mencari udara segar. Dia memutuskan untuk keluar dari ruang rawat sejenak. Namun ketika baru saja berdiri dan memutar badan, pria itu menangkap tubuh Arsen yang telah berjalan menjauh beberapa langkah dari ruang rawat Aisha."Arsen, kenapa gerak langkahnya terlihat nggak seperti biasanya? Apa dia sedang sakit, atau berada dalam suatu masalah?" renung Cakrawala ketika terus melanjutkan langkah dan telah berada di luar ruang rawat. Dia mengerutkan kening, seraya terus mengikuti intuisinya untuk masuk ke ruang pribadi Arsen."Ck, ck, ck, luar biasa, Arsen!" seru Cakrawala sambil menepuk tangan dan menggelengkan kepala. Dia merasa tak habis pikir dengan tingkah sang sahabat yang agak lalai.Detik itu juga, Arsen sontak tertarik dan kelyar dari tabir lamunannya. Untuk sesaat, dia hanya bisa terdiam, lalu menol
続きを読む