Arumi duduk di hadapan Kevin, mendengarkan setiap kata bohong yang keluar dari mulut pria itu. Ia melihat Kevin tertawa, melihat keangkuhannya, dan ia tahu di belakang sana, di taman yang gelap, ada seorang pria yang memegang kunci kehancuran pria di depannya ini. Namun, Arumi tetap diam. Ia memegang janjinya pada Pak Darman. Sepanjang sore itu, meski Kevin mencoba mendekat, meski Pak Broto terus memberikan sinyal perjodohan kembali, Arumi hanya menatap ke arah jendela, ke arah taman di mana Pak Darman sedang menyiram mawar dalam kegelapan. Rahasia itu tetap tersimpan rapat, menjadi tembok tak kasat mata yang melindungi Pak Darman dari kebengisan keluarga Adiwangsa, sekaligus menjadi beban suci yang Arumi panggul sendirian. Cerita berlanjut dengan sandiwara yang semakin rumit, namun di antara mereka berdua, ada sebuah kebenaran yang tidak akan pernah tersentuh oleh dunia luar. Suara deru mobil sport milik Kevin mereda tepat di depan lobi utama kediaman Atmodjo. Sore itu, Kevin tu
Terakhir Diperbarui : 2026-01-06 Baca selengkapnya