“Aku akan tetap pergi ke sana, Om!” tegas Devano tanpa ragu sedikit pun.“Aku bakal beli tiket pesawat buat penerbangan malam ini,” lanjutnya sambil merogoh ponsel dari saku celana, jarinya sudah siap membuka aplikasi pemesanan.Aksa terdiam sesaat. Wajahnya melembut, lalu ia berkata dengan nada lebih rendah, “Terima kasih ya, Dev. Maaf kalau keluarga Om malah banyak menyusahkan kamu.”Devano menghentikan gerakan jarinya. Ia mengangkat wajah, menatap Aksa, lalu tersenyum tulus, “Nggak menyusahkan sama sekali kok, Om. Aku malah senang bisa bantu keluarga Om!”Ucapan itu membuat dada Aksa terasa hangat, “Sekali lagi, terima kasih ya, Dev,” katanya lirih, nyaris bergetar.“Sama-sama, Om,” jawab Devano ringan, kembali menatap layar ponselnya.Aksa berdiri dari sofa, “Kalau begitu, lebih baik sekarang kamu pulang. Beresin barang-barang yang perlu kamu bawa,”Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan, “Soal tiket pesawat, biar Om yang urus!”“Tapi, Om—” Devano refleks mendongak, terkejut.“Ngga
Zuletzt aktualisiert : 2026-01-27 Mehr lesen