Saat Molly baru lahir, dia tidak langsung menangis di ruang bersalin seperti bayi-bayi lainnya. Belakangan ibu mengira itu karena hal gaib, jadi mencari seorang guru besar untuk memeriksanya.Tak disangka, begitu guru besar itu masuk ke rumah, dia justru terus menatapku. Dia berkata bahwa karena nasib hidupku bertabrakan dengan nasib hidup adikku, maka nasib adikku menjadi rapuh dan aku akan menelan keberuntungan adikku.Karena itu, aku harus pindah dari rumah ini agar adikku tidak terpengaruh. Sebaliknya, jika tidak, adikku tidak akan hidup melewati usia 25 tahun.Sejak saat itu, orang tuaku setiap hari memikirkan bagaimana cara mengirimku pergi. Mungkin karena aku merasakannya, aku berusaha menyenangkan adikku dengan segala cara, ingin agar aku bisa tetap tinggal.Di kamar adikku, aku membawa mainan yang paling kusukai sendiri, sementara kamarnya dipenuhi boneka model terbaru.Saat aku baru mendekatinya, dia menatapku dan memperlihatkan senyuman yang sangat polos dan manis. Tepat ket
Read more