Short
Takkan Mengulang Kesalahan yang Sama Di Kehidupan Berikutnya

Takkan Mengulang Kesalahan yang Sama Di Kehidupan Berikutnya

By:  MakjosCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah aku dipecat dari perusahaan, aku kembali ke kampung halaman dan setiap hari ikut Nenek main mahjong. Namun, seluruh keluargaku justru seperti orang gila, mencariku ke mana-mana. Hanya karena adik perempuanku, si genius desainer perhiasan di keluarga, tidak bisa menggambar desain lagi setelah aku pergi. Di kehidupan sebelumnya, pada kompetisi desain perhiasan tingkat nasional, adik perempuanku selalu merancang desain yang sama persis denganku. Semua orang mengira akulah yang menjiplak, bahkan keluargaku sendiri pun membelanya dan memberi kesaksian untuknya. Perusahaan juga menetapkan bahwa aku berkelakuan tak bermoral dan menjiplak karya, hingga merusak reputasi perusahaan. Di tempat itu juga aku menerima surat pemecatan dan diwajibkan membayar ganti rugi dalam jumlah besar. Keluargaku pun menganggapku sebagai beban dan mengusirku dari rumah. Di bawah tekanan keluarga dan opini publik, aku menderita depresi. Saat berjalan di jalan raya, aku ditabrak sampai mati oleh penggemar fanatik adik perempuanku. Sebelum kesadaranku lenyap, aku tetap tidak mengerti mengapa adik perempuanku selalu bisa menggambar desain yang sama denganku. Saat membuka mata lagi, aku kembali ke sehari sebelum kompetisi desain perhiasan tingkat nasional.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Kak Jane, kamu yakin bisa menang kali ini?"

Di dalam kantor, suara diskusi yang riuh menarik kembali pikiranku. Aku terkejut, menyadari bahwa aku benar-benar terlahir kembali!

"Kak Jane sudah berkali-kali dapat medali desainer unggulan perusahaan berturut-turut lho. Mana mungkin nggak punya rasa percaya diri?"

Sambil berkata begitu, temanku menyenggol bahuku dengan pundaknya dan tersenyum ke arahku.

Ucapan itu membuatku tidak tahu harus berkata apa untuk sejenak, karena hanya aku yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Di kehidupan sebelumnya, di ajang lomba desain tingkat nasional, aku menyerahkan desain yang sudah susah payah aku kerjakan selama beberapa hari. Hasilnya, aku langsung difitnah bahwa karyaku adalah hasil plagiat!

Pihak penyelenggara menampilkan dua lembar desain, sama persis, bahkan garis-garis ukiran motif pada perhiasannya pun identik. Namun, waktu pengumpulan desain itu justru lebih awal daripada punyaku. Pemilik desain itu pun tidak lain adalah adik kandungku sendiri, Molly.

Molly berdiri di bawah panggung dengan mata memerah, menatapku dengan wajah tak percaya. Dia mengambil mikrofon di sampingnya, lalu mempertanyakanku dengan lantang.

"Kak, kenapa kamu menjiplak karyaku? Kalau kamu nggak bisa menggambar, aku bisa bantu kamu cari cara lain untuk mendapatkan inspirasi, tapi kenapa harus menjiplak punyaku?"

Aku langsung tertegun. Itu jelas-jelas karyaku sendiri, yang selalu kusimpan di komputer dan tidak pernah kutunjukkan pada siapa pun. Aku baru saja hendak menjelaskan saat dari bawah panggung tiba-tiba terdengar suara ribut bertubi-tubi.

"Penjiplak, keluar!"

"Berani-beraninya bawa karya jiplakan buat ikut lomba!"

"Orang kayak begini nggak pantas jadi desainer! Cih!"

Aku merebut mikrofon di sampingku untuk membela diri, tetapi suara yang percaya padaku dari bawah panggung sangat sedikit.

Sementara ayah dan ibuku justru mengangkat foto-foto Molly yang di rumah sibuk mengerjakan desain sampai larut malam, lalu memperlihatkannya kepada semua orang.

Mereka juga berkata sangat menyesal telah melahirkan anak sepertiku dan ingin memutuskan hubungan denganku. Benar-benar tidak ada lagi yang memercayaiku.

Aku diusir oleh satpam. Ketika membuka ponsel, internet dipenuhi dengan hinaan terhadapku.

Aku kembali memeriksa komputerku. Tidak ada virus maupun penyadapan. Komputer dan semua sketsa kertas yang kugambar selalu kubawa sendiri, sama sekali tidak mungkin bocor. Lalu, kenapa desain Molly bisa sama persis denganku?

Semua inspirasi desain dan sketsa itu kugambar sendiri, satu demi satu garis. Aku sama sekali tidak mungkin menjiplak dia!

"Kak Jane, katanya kali ini adikmu juga ikut lomba ya. Menurut kalian nanti siapa yang bakal dapat juara pertama lomba ini ...."

Tidak lama setelah aku masuk ke perusahaan ini, entah kenapa Molly juga masuk ke perusahaan yang sama denganku.

Mendengar pertanyaan itu, hatiku diliputi ketakutan. Tanganku yang terkepal erat rasanya hampir membuat telapak tanganku berdarah.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status