Di ranjang rumah sakit, ibu Nyra terbaring lemah sambil menatap mereka berdua, lalu berkata dengan wajah penuh kebahagiaan, "Syukurlah ... Nyra bisa menikah denganmu. Sekarang aku bisa meninggal dengan tenang."Dengan tangan gemetar, dia meraih tangan mereka dan menangkupkannya menjadi satu."Arven, kamu adalah anak yang kulihat tumbuh sejak kecil. Tolong janjikan padaku, rawat Nyra dengan baik, ya?" Dia terbatuk keras beberapa kali, lalu berkata dengan susah payah, "Sejak pulang ke negara ini, dia bahkan nggak punya tempat tinggal. Setiap hari hanya menemaniku di rumah sakit. Sekarang kalian sudah menikah, aku pun bisa tenang menyerahkan Nyra padamu."Awalnya Arven berniat segera membicarakan soal perceraian dengan Nyra. Namun melihat kondisi ibu Nyra yang terbaring lemah di ranjang, dia akhirnya ragu dan tetap menyetujui permintaannya, "Tenang saja. Aku akan menjaga Nyra dengan baik. Bagaimanapun juga, dia adalah ... istriku."Meski sangat tidak rela, Arven tetap setuju membawa Nyra
Baca selengkapnya