LOGINTiga hari sebelum pernikahan, Arven didatangi oleh sahabat masa kecilnya yang kembali ke tanah air bersama ibunya yang mengidap penyakit mematikan. Dia ingin menikah dengan Arven demi menunaikan wasiat terakhir ibunya. Di kehidupan sebelumnya, aku menentang keras. Pada akhirnya, Arven menolak permintaan sahabat kecilnya, Nyra. Sesuai rencana, Arven melangkah ke pelaminan bersamaku. Namun, Nyra muncul di lokasi pernikahan sambil memeluk foto mendiang ibunya dan menuduh Arven tak berperasaan. Arven menyuruh para pengawal mengusirnya dan pernikahan kami pun tetap berlangsung. Akan tetapi pada malam pertama pernikahan, dia tidak pulang semalaman. Setelah itu, setiap malam kami tidur terpisah. Dia lebih memilih mabuk berat daripada menyentuhku. Ketika aku bertanya alasannya, dia berkata dengan sorot mata yang tampak buram karena alkohol. "Aeris, setiap kali melihatmu, aku selalu teringat tatapan putus asa Nyra, juga wajah mendiang ibunya .... Aku menyesal!" Aku pun jatuh sakit karena kesedihan dan meninggal dunia. Saat membuka mata kembali, aku kembali ke hari ketika Arven mengatakan ingin mengadakan pernikahan untuk Nyra. Di kehidupan ini, aku langsung menyetujui permintaannya. Menatap punggungnya yang pergi dengan wajah penuh kebahagiaan, aku menelpon rumah dan berkata, "Kak, aku setuju dengan perjodohan keluarga. Atur saja pernikahannya tiga hari lagi."
View MoreDia diseret oleh para pengawal hingga dipaksa berlutut di hadapanku. Entah dari mana dia mencari tahu alamat tempat tinggalku, dia langsung menerobos masuk.Saat kami bertemu lagi, Arven menatap lekat-lekat lenganku yang terluka, bahkan suaranya sedikit bergetar."Lukamu ... kenapa separah ini? Aeris, maafkan aku. Dulu aku nggak seharusnya meragukanmu ...."Dia jatuh terduduk di lantai. Wajahnya penuh penderitaan, suaranya tersendat-sendat."Aku sudah menyelidiki semuanya. Ibu Nyra sama sekali nggak menderita penyakit mematikan. Semua itu tipuan Nyra .... Dia mengadu domba hubungan kita, bahkan merusak gaun pengantinmu. Semua perbuatannya itu sama sekali nggak bisa dimaafkan!""Aku sudah mengurus surat cerai dengannya dan memberinya hukuman .... Ibunya bahkan kukirim sendiri ke penjara.""Aku tahu aku telah melakukan kesalahan yang tak terampuni. Aku nggak memintamu memaafkanku, tapi bisakah kamu memberiku satu kesempatan? Biarkan aku menebusnya dengan sisa hidupku."Aku samar-samar te
Sesampainya di hotel, aku dibawa ke ruang rias. Sambil merias wajahku, penata rias itu berbincang santai, "Bu Aeris benar-benar pengantin yang berbahagia. Pernikahan Keluarga Marlboro ini sampai menggemparkan seluruh Napoli."Aku menatap gaun pengantin yang kupakai. Dibanding rancangan gaun yang dulu kubuat sendiri, gaun ini bahkan jauh lebih sempurna. Ditambah satu set perhiasan safir biru yang mahal, aku pun tahu betapa megahnya pernikahan ini.Pernikahan antara Keluarga Edren dan Keluarga Marlboro memang cukup untuk menimbulkan kehebohan besar di kalangan bangsawan Napoli. Saat aku masih tenggelam dalam pikiran, pintu ruang rias diketuk.Francis menyembulkan tubuhnya, lalu menyerahkan sepasang sarung tangan pengantin. "Aeris, nanti pakai sarung tangan ini. Dengan begitu orang tuamu nggak akan menyadarinya."Perhatiannya yang begitu teliti membuat hatiku menghangat.Lukaku memang tidak ingin diketahui orang tua. Kondisi tubuh ibu tidak terlalu baik. Jika dia tahu aku ditinggalkan ole
Aku menutupi lengan kiriku yang terluka sambil turun dari pesawat. Saat hendak menelepon kakak, tiba-tiba puluhan mobil Maybach datang dari arah depan dan berhenti rapi tepat di hadapanku. Kakakku turun dari Rolls-Royce paling belakang, membuka kedua lengannya ke arahku."Aeris Sayang, akhirnya kamu pulang juga. Kalau kamu nggak kembali sekarang, anak bungsu Keluarga Marlboro, Francis, sudah naik jet pribadi ke Roma buat merebut pengantin!"Pikiranku sempat kosong sesaat. Di benakku terbayang sosok bocah tampan berambut pirang dan bermata biru, berkulit putih. Waktu kecil, dia sering datang ke rumahku untuk bermain dan berkata ingin menikah denganku dengan penuh keyakinan.Kemudian, aku pergi ke Roma untuk kuliah, bertemu Arven, saling mengenal dan jatuh cinta. Perlahan-lahan, aku pun melupakan teman masa kecil itu.Saat itu juga, seorang pemuda tinggi dan tampan melangkah keluar dari belakang kakakku. Dia mengambil tasku dan berkata sambil tersenyum, "Aeris, aku datang menjemput penga
Mereka berdua membelakangi pintu, sedang menyantap makan siang mewah. Ibu Nyra mengusap minyak di mulutnya, lalu berkata pada putrinya, "Sekarang kamu sudah berhasil menikah dengan Arven, apa aku masih harus kembali ke rumah sakit pura-pura sakit? Siapa tahu betapa sengsaranya hidup di rumah sakit, bahkan merokok saja nggak boleh!"Nyra menyesap anggur merah di gelasnya, lalu menenangkan, "Jangan terburu-buru. Beberapa hari lagi aku akan mengatur kematianmu. Sialan, Aeris entah pergi ke mana. Padahal aku sudah menyiapkan sebuah provokasi, lalu menimpakan penyebab 'kematianmu' padanya, supaya Arven benar-benar membencinya."Wajah ibu Nyra memperlihatkan ekspresi kejam."Sayang sekali waktu itu dia berhasil kabur. Aku sebenarnya ingin menggores wajahnya, lihat gimana dia masih bisa menggoda menantuku. Siapa sangka dia malah meloncat dari balkon lantai dua untuk melarikan diri. Kenapa dia nggak mati saja jatuhnya!"Di dalam hati Arven, badai besar bergemuruh. Setiap kata dari kedua orang






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.