Pada saat ini, aku sudah berhenti berpikir. Aku hanya merasakan antisipasi yang luar biasa besar dan suara hati yang berseru, 'Tunjukkan saja kehebatanmu.'Tiba-tiba, pintu dibuka. Selanjutnya, terdengar seruan putriku, "Ibu, Leo, apa yang kalian lakukan?" Pada saat ini, aku benar-benar terkejut hingga jiwaku terasa seperti akan melayang. Aku segera menutupi bokongku dan menatap putriku dengan ekspresi panik.Wajah putriku terlihat merah. Matanya dipenuhi amarah, keterkejutan, dan ketidakpercayaan. Kemudian, dia mengentakkan kakinya dengan marah dan berlari pergi.Aku sangat panik dan segera bangkit untuk mengejarnya, tetapi Leo menahanku, "Jangan pergi." Aku merasa malu dan marah, juga tidak mengerti bagaimana aku bisa begitu terlena dalam hasrat. Dalam amarah yang meluap, aku mengangkat tanganku untuk menamparnya. "Apa kamu sudah puas sekarang? Sudah puas?"Namun, bagaimana mungkin aku yang lemah ini bisa melawannya? Tanganku yang terulur ditangkapnya dengan mudah. Tanganku yang le
Read more