Share

Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku
Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku
Penulis: Muriaz

Bab 1

Penulis: Muriaz
Namaku Bella. Aku bekerja sebagai dokter di kampus putriku.

Suamiku meninggal dalam kecelakaan mobil beberapa tahun yang lalu, sedangkan aku sangat terpukul untuk waktu yang lama setelahnya. Setelah putriku kuliah, aku baru mulai merasa lebih baik dan memutuskan untuk mengabdikan diri merawatnya.

Malam ini, aku sedang bertugas di klinik kampus. Dengan wajah memerah, putriku yang bernama Molly diam-diam menghampiriku dan mengatakan bahwa dia ingin menanyakan sesuatu.

Melihat ekspresi malunya, aku menebak, "Masalah pacarmu?"

Gadis itu memutar-mutar ujung bajunya dan wajahnya makin merah.

Pacar putriku bernama Leo. Dia tinggi dan tampan, juga merupakan seorang pemain utama di tim basket kampus. Dia memiliki fisik yang kuat dan kekar, tetapi aku tidak terlalu menyukainya. Sebab, caranya menatapku sangat intens dan penuh agresif. Sesekali, dia akan sengaja menggesekkan tubuhnya padaku.

Aku bisa merasakan hasrat dan nafsu yang tak terselubung di matanya. Terkadang, aku bahkan merasa terbakar oleh api yang terpancar dari matanya. Aku merasa sangat tidak nyaman di bawah tatapannya, seolah-olah matanya telah menggantikan tangannya menjelajahi tubuhku dengan seenaknya.

Namun, aku bisa mengerti. Di usianya sekarang, hormonnya sedang berada di puncaknya. Dia pasti mudah terangsang oleh wanita.

Aku seorang dokter dan mengerti. Berhubung dia tidak melakukan sesuatu yang keterlaluan, aku tidak mengatakan apa pun dan hanya bersikap agak dingin terhadapnya. Tak disangka, dia malah tiba-tiba menjadi pacar putriku.

Namun, putriku masih termasuk bergantung padaku. Jadi, aku bisa mengawasinya .... Seharusnya, tidak akan ada masalah. Jadi, aku duduk tegak dan bertanya kepada putriku, "Apa yang mau kamu ketahui?"

Setelah tersipu sesaat, putriku mendekat ke telingaku dan berbisik, "Ibu, gimana dulu kamu dan Ayah melakukan 'hal itu' sebelumnya?"

Hah? Hal itu? Apakah itu hal yang aku pikirkan?

Putriku menggigit bibirnya dan mengangguk sambil melanjutkan, "Ibu, aku benar-benar nggak bisa melakukannya, sakit banget. Apa ada yang salah dengannya? Bi ... bisa nggak kamu tunjukkan video yang kamu nonton terakhir kali? Aku mau belajar ...."

Kali ini, giliran aku yang tersipu. Selama bertahun-tahun suamiku meninggal dunia, aku mengandalkan menonton video untuk menghibur diri.

Sebelum meninggal dunia, dia yang secara pribadi membuat tubuh perawanku menjadi begitu sensitif dan responsif. Berkat dia, aku baru tahu bahwa ada hal yang dapat begitu memuaskan orang.

Awalnya, aku bisa merasa takut karena tubuhku kehilangan kendali dan pikiranku menjadi kacau. Namun, di bawah bimbingan bertahap suamiku, aku menjadi terobsesi dengan hal ini. Seiring dengan setiap aktivitas seksual, aku juga mulai meningkatkan intensitasnya. Pada akhirnya, aku bahkan menjadi tidak puas dan terus meminta suamiku untuk melakukan trik-trik baru setiap hari.

Setelah dia meninggal, itu adalah pukulan telak bagiku yang telah mengembangkan selera untuk kesenangan seperti itu. Selain merasa sedih, tubuhku juga terasa hampa karena dipenuhi dengan keinginan tak terpuaskan.

Aku akan memimpikannya, seolah-olah dia belum meninggalkanku. Dia masih menindihku, juga menempel erat padaku sambil membangkitkan hasrat dalam diriku dengan tangannya yang terampil. Aku terengah-engah dan menjerit dalam pelukannya, lalu gelombang demi gelombang kenikmatan terasa nyaris menghancurkanku.

Setelahnya, aku membuka mata dan mendapati kenyataan yang hampa. Mimpi itu dengan mudahnya membawa suamiku pergi, hanya meninggalkan aku yang dibasahi keringat dan bertampang menyedihkan akibat gelombang kenikmatan yang masih tersisa.

Aku sudah hampir gila. Jadi, aku mengeluarkan video-video yang pernah kami rekam bersama, lalu menggunakannya sebagai penghiburan sehari-hari.

Seiring dengan waktu yang meredakan penderitaanku, fokusku beralih ke putriku. Tubuhku yang menyimpan hasrat tak terpuaskan secara bertahap beradaptasi dengan "masa kering" itu. Aku menyimpan video-video itu, juga berhenti memikirkan hal itu dan mencurahkan seluruh perhatianku pada putriku.

Tak disangka, video-video itu akan kembali diungkit, terutama dengan cara yang begitu memalukan.

"Molly, video itu .... Aku nggak bisa tunjukkan video itu padamu. Itu ... itu video Ibu dan Ayah."

Siapa sangka, matanya malah makin berbinar. "Ibu, aku nggak tahu kamu ternyata punya hobi seperti itu! Sekarang, aku justru makin ingin melihatnya!"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku   Bab 9 

    Kali ini, ekspresi ketakutan yang nyata muncul di wajah Leo. Dia buru-buru meraih tanganku. "Jangan, jangan lapor polisi! Aku mohon, aku benar-benar nggak tahu sebanyak itu. Orang lain yang beri aku obat ini."Aku menatapnya dengan dingin dan tajam. "Kalau begitu, coba katakan apa sebenarnya niatmu mendekatiku? Jangan coba-coba menipuku dengan bilang 'aku menyukaimu' dan sejenisnya."Ekspresinya tidak berhenti berubah, antara takut, malu, dan kesal. Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk waktu yang lama."Karena kamu nggak mau ngomong, katakan saja pada polisi.""Jangan! Aku akan beri tahu kamu. Dok Bella ... ini semua taruhan yang kubuat dengan teman-temanku. Kamu begitu cantik. Jadi, aku bertaruh dengan teman-temanku bahwa aku bisa memenangkan hatimu dalam tiga bulan. Tapi, kamu selalu bersikap acuh tak acuh padaku. Lalu ... aku tahu Molly itu putrimu. Aku pun ingin manfaatkan dia untuk mendekatimu." Di bawah tatapan tajamku, Leo menambahkan dengan tergagap, "Kemudian, aku ...

  • Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku   Bab 8

    Mahasiswa yang masuk setelahnya sama sekali tidak menyadari apa yang baru saja terjadi.Flirting di depan para mahasiswa lain membuatku merasa sangat tidak bermoral. Namun, itu juga terasa sangat mendebarkan.Jam sepuluh malam itu, Leo datang seperti yang dijanjikan. Begitu bertemu, dia langsung berjalan ke belakangku dan memelukku erat-erat. Napasnya yang hangat menggelitikku dan membuat jantungku berdebar."Dok Bella, kamu lagi tunggu aku, 'kan?" Berhubung isi hatiku terbongkar, aku merasa malu sekaligus marah. Aku menepis tangannya yang merabaku dan bertanya, "Apa yang terjadi antara kamu dan putriku?""Bukannya aku sudah putus sama dia sesuai dengan perintahmu?""Apa yang kamu katakan? Apa maksudmu dengan sesuai perintahku?" Aku mulai marah. "Macam aku saja yang suruh kamu putus sama dia.""Iya, iya, aku salah bicara." Leo tersenyum meminta maaf. Tangannya menempel lagi di punggungku, lalu bergerak ke bawah. Dia bahkan mencubit bokongku.Dia benar-benar berbakat dalam hal ini dan

  • Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku   Bab 7

    Apa? Leo tetap tidur dengan putriku? Dasar bajingan! Jika dia tidak berniat untuk bersama Molly, kenapa dia masih mempermainkan perasaan Molly?Pengalaman pertama sangat penting bagi seorang gadis. Dasar bajingan! Kali ini, aku benar-benar marah. Sambil menggenggam tangan putriku erat-erat, aku berujar, "Bawa aku pergi temui dia! Aku akan beri pelajaran pada bajingan itu! Dia sudah goda kamu, tapi malah campakkan kamu lagi. Dia nggak pantas disebut manusia!" Melihatku yang murka, putriku ketakutan dan dengan gugup menarikku. "Ibu, jangan pergi. Ini bukan salahnya. Ini semua salahku karena nggak bisa memuaskannya." Bahkan pada saat ini, putriku masih membela Leo."Molly, dua orang bersama bukan cuma tentang hal semacam ini. Selain itu, kepuasan dalam hal seperti ini juga bukan cuma untuk laki-laki. Dia sama sekali mengabaikan perasaanmu. Itu artinya dia sama sekali nggak mencintaimu. Kamu sudah dimanipulasi sama dia!""Duh, Ibu, bukan seperti itu. Hari ini, aku kemari ... justru untu

  • Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku   Bab 6 

    Terutama area intim Leo yang terlihat begitu tegak dan penuh gairah, seolah-olah ingin menunjukkan dominasinya.Tanganku gemetar karena terkejut. Kenapa dia tiba-tiba mengirim foto-foto ini? Rasa malu dan gairah yang kurasakan sebelumnya kembali dalam sekejap. Wajahku sangat merah.[ Jangan kirim foto-foto begini lagi. Aku sudah mau tidur. ]Meskipun marah dengan perilakunya, entah kenapa, aku merasa egoku sedikit terpuaskan. Kurasa aku pasti sudah gila. Bagaimana mungkin aku memiliki perasaan seperti itu terhadap pacar putriku?Aku segera mencari video lamaku dan suamiku, tetapi tidak bisa menontonnya karena perasaanku kacau. Yang ada di benakku hanyalah foto-foto yang bisa membuat orang tersipu itu. Leo terlebih dahulu menyukaiku. Dia mendekati putriku demi aku. Aku terus mengulangi kata-kata itu pada diriku sendiri.Keesokan paginya, aku bangun dengan kepala yang sangat pusing. Aku tidak tidur nyenyak sepanjang malam dan mengalami serangkaian mimpi yang sangat liar.Memikirkannya l

  • Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku   Bab 5 

    Pada saat ini, aku sudah berhenti berpikir. Aku hanya merasakan antisipasi yang luar biasa besar dan suara hati yang berseru, 'Tunjukkan saja kehebatanmu.'Tiba-tiba, pintu dibuka. Selanjutnya, terdengar seruan putriku, "Ibu, Leo, apa yang kalian lakukan?" Pada saat ini, aku benar-benar terkejut hingga jiwaku terasa seperti akan melayang. Aku segera menutupi bokongku dan menatap putriku dengan ekspresi panik.Wajah putriku terlihat merah. Matanya dipenuhi amarah, keterkejutan, dan ketidakpercayaan. Kemudian, dia mengentakkan kakinya dengan marah dan berlari pergi.Aku sangat panik dan segera bangkit untuk mengejarnya, tetapi Leo menahanku, "Jangan pergi." Aku merasa malu dan marah, juga tidak mengerti bagaimana aku bisa begitu terlena dalam hasrat. Dalam amarah yang meluap, aku mengangkat tanganku untuk menamparnya. "Apa kamu sudah puas sekarang? Sudah puas?"Namun, bagaimana mungkin aku yang lemah ini bisa melawannya? Tanganku yang terulur ditangkapnya dengan mudah. Tanganku yang le

  • Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku   Bab 4

    Aku terkejut dan mau tak mau menatap ke atas. Sudut pandang ini sangat aneh. Dia berdiri dan aku berjongkok di depannya, seolah-olah aku sedang ...."Dok Bella, kekuatanmu sedikit terlalu kuat."Wajahku memerah dan aku segera melepaskannya, "Ka ... kamu nggak apa-apa. Kamu sudah boleh kembali."Pada saat ini, aku merasakan kekosongan yang mendalam menyelimutiku. Namun, benda yang luar biasa itu memenuhi seluruh pandanganku. Aku tak bisa mengalihkan pandangan.Tiba-tiba, Leo melangkah maju dan tubuhnya langsung menyentuh wajahku. Sensasi aneh itu membuatku terkejut hingga aku bergerak mundur dan jatuh terduduk."Apa ... apa maumu?"Dia berjongkok. Di bawah cahaya redup, dia terlihat sangat memikat. "Dok, aku mau mendekat supaya kamu bisa periksa dengan lebih teliti." Tubuhnya yang panas menyelimutiku sepenuhnya. Jantungku berdebar kencang. Tanpa terasa, aku sudah berada di bawah kendalinya."Kamu .... Lepaskan aku."Aku meronta dan menggeliat dalam pelukannya. Namun, tubuhnya benar-ben

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status