Share

Bab 3

Author: Muriaz
Wajahku sudah memerah. Ketika aku hendak menarik ujung celana dalamku untuk menyelipkan tanganku ke tempat sensitif itu ....

"Dok Bella, kamu merekamnya dengan sangat baik ...."

Tiba-tiba, terdengar suara berat dari belakangku. Itu adalah Leo!

Aku begitu asyik menonton sehingga tidak menyadari kapan dia menyingkap tirai untuk masuk, atau sudah berapa lama dia berdiri di belakangku. Ucapannya yang mendadak sangat mengejutkanku hingga aku nyaris menjatuhkan ponselku.

Kejutan ini membuat tubuhku yang sudah sensitif makin terangsang hingga mencapai klimaks. Tubuhku bergetar sesaat, dan aku juga tak mampu menahan eranganku. Tanganku yang mengait celana dalam sudah basah dan lengket oleh cairan.

Aku menoleh dan bertemu pandang dengan tatapan menggoda Leo.

Dia telah melihat seluruh adegan memalukan dari video itu. Rasa panik, malu, takut, dan rindu bercampur menjadi satu, lalu membuatku sama sekali tidak dapat berpikir rasional.

Aku buru-buru menyimpan ponselku dan dengan panik merapikan pakaianku. Namun, ujung bajuku malah dibasahi oleh cairan dari tanganku. Wajahku yang pada dasarnya masih merah pun menjadi makin merah.

Tatapan Leo menjadi makin terang-terangan. Hal ini membuatku sangat malu hingga ingin bersembunyi.

Aku pergi mencuci tangan dan membasuh wajah dengan air dingin, lalu baru akhirnya tenang kembali.

"Kamu ... kamu merasa nggak enak badan di daerah mana?"

Seusai mengucapkan kata-kata itu, aku teringat putriku yang menyuruhnya kemari agar aku bisa memeriksa area intimnya.

Leo menepuk-nepuk area di bawah perut bagian bawahnya, lalu mengusapnya dengan jari-jarinya yang panjang dan ramping. "Dok Bella, aku merasa nggak nyaman di sini."

Pandanganku tanpa sadar mengikuti gerakan tangannya dan menemukan sesuatu yang menonjol. Aku tanpa sadar teringat kata-kata putriku, "Punya dia jauh lebih besar daripada punya Ayah."

Seolah kerasukan, aku menelan ludah. ​​"Lepaskan celanamu supaya aku bisa periksa."

Ini adalah pernyataan yang sangat normal bagi seorang dokter. Namun, di bilik sempit klinik kampus pada larut malam, ucapan itu terkesan sangat sugestif.

"Baik, Dok Bella. Kalau begitu, kamu harus periksa dengan saksama."

Leo melepas ikat pinggang dan menurunkan celananya. Aku pun berjongkok dan memeriksanya dengan saksama.

Pemandangan di depanku membuat jantungku berdebar kencang. Ukuran Leo jelas melebihi apa yang baru saja kujelaskan kepada putriku. Bahkan suamiku yang berukuran besar pun masih kalah banyak darinya. Molly tidak berbohong!

Aroma parfum yang samar tercium dari tubuh Leo. Aroma itu membuat kepalaku makin berat dan pusing.

Bagaimana mungkin ada pria sekuat ini? Betapa menyenangkannya jika aku bisa menidurinya sekali! Pikiran gila ini membuat jantungku berdebar lebih kencang. Bahkan tanganku mulai gemetar tanpa sadar.

"Dok Bella, gimana kamu bisa periksa tanpa menyentuhnya?"

Suara Leo sangat rendah dan berat. Ditambah dengan suaranya yang sengaja dipelankan, itu terdengar seperti bisikan menggoda.

Posturnya sangat tegap dan berotot. Berdiri di hadapanku, dia terlihat bagaikan menara besi yang memancarkan aura intimidasi yang kuat. Kemaskulinannya yang dikombinasikan dengan aroma parfum itu benar-benar memabukkan.

Aku menelan ludah dan berusaha tetap tenang. "A ... aku akan periksa sebentar."

Benda di tanganku seperti memiliki daya tarik yang kuat. Meskipun tahu tidak ada yang salah, aku tidak bisa menahan diri dan memeriksanya dengan cermat. Saat aku memeriksa, dia sesekali akan mengeluarkan erangan teredam. Suara itu pun mengirim getaran kenikmatan ke seluruh tubuhku, seolah-olah ada gelombang pasang yang mengamuk di dalam diriku.

Entah sudah berapa lama aku tidak merasakan kehangatan dan sentuhan orang sungguhan. Itu tidak mungkin dapat disamakan dengan menonton video.

Tiba-tiba, sebuah tangan mendarat di atas kepalaku dan mengelusnya dengan lembut beberapa kali. Kemudian, tangan itu meluncur ke bawah dan mengangkat daguku.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku   Bab 9 

    Kali ini, ekspresi ketakutan yang nyata muncul di wajah Leo. Dia buru-buru meraih tanganku. "Jangan, jangan lapor polisi! Aku mohon, aku benar-benar nggak tahu sebanyak itu. Orang lain yang beri aku obat ini."Aku menatapnya dengan dingin dan tajam. "Kalau begitu, coba katakan apa sebenarnya niatmu mendekatiku? Jangan coba-coba menipuku dengan bilang 'aku menyukaimu' dan sejenisnya."Ekspresinya tidak berhenti berubah, antara takut, malu, dan kesal. Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk waktu yang lama."Karena kamu nggak mau ngomong, katakan saja pada polisi.""Jangan! Aku akan beri tahu kamu. Dok Bella ... ini semua taruhan yang kubuat dengan teman-temanku. Kamu begitu cantik. Jadi, aku bertaruh dengan teman-temanku bahwa aku bisa memenangkan hatimu dalam tiga bulan. Tapi, kamu selalu bersikap acuh tak acuh padaku. Lalu ... aku tahu Molly itu putrimu. Aku pun ingin manfaatkan dia untuk mendekatimu." Di bawah tatapan tajamku, Leo menambahkan dengan tergagap, "Kemudian, aku ...

  • Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku   Bab 8

    Mahasiswa yang masuk setelahnya sama sekali tidak menyadari apa yang baru saja terjadi.Flirting di depan para mahasiswa lain membuatku merasa sangat tidak bermoral. Namun, itu juga terasa sangat mendebarkan.Jam sepuluh malam itu, Leo datang seperti yang dijanjikan. Begitu bertemu, dia langsung berjalan ke belakangku dan memelukku erat-erat. Napasnya yang hangat menggelitikku dan membuat jantungku berdebar."Dok Bella, kamu lagi tunggu aku, 'kan?" Berhubung isi hatiku terbongkar, aku merasa malu sekaligus marah. Aku menepis tangannya yang merabaku dan bertanya, "Apa yang terjadi antara kamu dan putriku?""Bukannya aku sudah putus sama dia sesuai dengan perintahmu?""Apa yang kamu katakan? Apa maksudmu dengan sesuai perintahku?" Aku mulai marah. "Macam aku saja yang suruh kamu putus sama dia.""Iya, iya, aku salah bicara." Leo tersenyum meminta maaf. Tangannya menempel lagi di punggungku, lalu bergerak ke bawah. Dia bahkan mencubit bokongku.Dia benar-benar berbakat dalam hal ini dan

  • Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku   Bab 7

    Apa? Leo tetap tidur dengan putriku? Dasar bajingan! Jika dia tidak berniat untuk bersama Molly, kenapa dia masih mempermainkan perasaan Molly?Pengalaman pertama sangat penting bagi seorang gadis. Dasar bajingan! Kali ini, aku benar-benar marah. Sambil menggenggam tangan putriku erat-erat, aku berujar, "Bawa aku pergi temui dia! Aku akan beri pelajaran pada bajingan itu! Dia sudah goda kamu, tapi malah campakkan kamu lagi. Dia nggak pantas disebut manusia!" Melihatku yang murka, putriku ketakutan dan dengan gugup menarikku. "Ibu, jangan pergi. Ini bukan salahnya. Ini semua salahku karena nggak bisa memuaskannya." Bahkan pada saat ini, putriku masih membela Leo."Molly, dua orang bersama bukan cuma tentang hal semacam ini. Selain itu, kepuasan dalam hal seperti ini juga bukan cuma untuk laki-laki. Dia sama sekali mengabaikan perasaanmu. Itu artinya dia sama sekali nggak mencintaimu. Kamu sudah dimanipulasi sama dia!""Duh, Ibu, bukan seperti itu. Hari ini, aku kemari ... justru untu

  • Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku   Bab 6 

    Terutama area intim Leo yang terlihat begitu tegak dan penuh gairah, seolah-olah ingin menunjukkan dominasinya.Tanganku gemetar karena terkejut. Kenapa dia tiba-tiba mengirim foto-foto ini? Rasa malu dan gairah yang kurasakan sebelumnya kembali dalam sekejap. Wajahku sangat merah.[ Jangan kirim foto-foto begini lagi. Aku sudah mau tidur. ]Meskipun marah dengan perilakunya, entah kenapa, aku merasa egoku sedikit terpuaskan. Kurasa aku pasti sudah gila. Bagaimana mungkin aku memiliki perasaan seperti itu terhadap pacar putriku?Aku segera mencari video lamaku dan suamiku, tetapi tidak bisa menontonnya karena perasaanku kacau. Yang ada di benakku hanyalah foto-foto yang bisa membuat orang tersipu itu. Leo terlebih dahulu menyukaiku. Dia mendekati putriku demi aku. Aku terus mengulangi kata-kata itu pada diriku sendiri.Keesokan paginya, aku bangun dengan kepala yang sangat pusing. Aku tidak tidur nyenyak sepanjang malam dan mengalami serangkaian mimpi yang sangat liar.Memikirkannya l

  • Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku   Bab 5 

    Pada saat ini, aku sudah berhenti berpikir. Aku hanya merasakan antisipasi yang luar biasa besar dan suara hati yang berseru, 'Tunjukkan saja kehebatanmu.'Tiba-tiba, pintu dibuka. Selanjutnya, terdengar seruan putriku, "Ibu, Leo, apa yang kalian lakukan?" Pada saat ini, aku benar-benar terkejut hingga jiwaku terasa seperti akan melayang. Aku segera menutupi bokongku dan menatap putriku dengan ekspresi panik.Wajah putriku terlihat merah. Matanya dipenuhi amarah, keterkejutan, dan ketidakpercayaan. Kemudian, dia mengentakkan kakinya dengan marah dan berlari pergi.Aku sangat panik dan segera bangkit untuk mengejarnya, tetapi Leo menahanku, "Jangan pergi." Aku merasa malu dan marah, juga tidak mengerti bagaimana aku bisa begitu terlena dalam hasrat. Dalam amarah yang meluap, aku mengangkat tanganku untuk menamparnya. "Apa kamu sudah puas sekarang? Sudah puas?"Namun, bagaimana mungkin aku yang lemah ini bisa melawannya? Tanganku yang terulur ditangkapnya dengan mudah. Tanganku yang le

  • Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku   Bab 4

    Aku terkejut dan mau tak mau menatap ke atas. Sudut pandang ini sangat aneh. Dia berdiri dan aku berjongkok di depannya, seolah-olah aku sedang ...."Dok Bella, kekuatanmu sedikit terlalu kuat."Wajahku memerah dan aku segera melepaskannya, "Ka ... kamu nggak apa-apa. Kamu sudah boleh kembali."Pada saat ini, aku merasakan kekosongan yang mendalam menyelimutiku. Namun, benda yang luar biasa itu memenuhi seluruh pandanganku. Aku tak bisa mengalihkan pandangan.Tiba-tiba, Leo melangkah maju dan tubuhnya langsung menyentuh wajahku. Sensasi aneh itu membuatku terkejut hingga aku bergerak mundur dan jatuh terduduk."Apa ... apa maumu?"Dia berjongkok. Di bawah cahaya redup, dia terlihat sangat memikat. "Dok, aku mau mendekat supaya kamu bisa periksa dengan lebih teliti." Tubuhnya yang panas menyelimutiku sepenuhnya. Jantungku berdebar kencang. Tanpa terasa, aku sudah berada di bawah kendalinya."Kamu .... Lepaskan aku."Aku meronta dan menggeliat dalam pelukannya. Namun, tubuhnya benar-ben

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status