Home / Fantasi / Ampun Tuan, Aku Lemas! / Bab 15 Stevani Menguping ++

Share

Bab 15 Stevani Menguping ++

Author: Tristar
last update Last Updated: 2026-01-07 22:50:09

Ares mencabut senjatanya, lalu menarik Sisil dan langsung menekannya di bawah tubuhnya, sambil melebarkan pahanya.

"Giliran aku tuan muda," ucap Sisil, dengan nada berat, ekspresinya sudah di penuhi hasrat.

Ares menyeringai nakal, dia meletak ujung senjatanya di depan pintu gua Sisil, lalu menusukkannya dengan keras.

PLOKK

"Ahh..!" desahan merdu keluar dari mulut mereka, saat tubuh keduanya menyatu dengan sempurna.

"Ahh...langsung tuan! guaku sudah sangat gatal," ucap Sisil, sudah tidak sabar.

Ares langsung bergerak dengan cepat, dan menghentak dengan keras, sampai tubuh wanita itu berguncang keras.

"Ahh..sial, enak sekali tuan! terus lebih keras!" Sisil berkata liar, desahannya tidak terbendung lagi.

"Ahh...ahh...sangat besar ahh...guaku penuh ahh!"

"Remas dadaku tuan! remas dengan keras!"

Ares melakukan semua yang di minta wanita itu. Permainan mereka semakin liar, suara desahan dan benturan kulit, bergema di dalam kamar semakin intens.

Beberapa saat kemudian, Ares merasakan punc
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 21 Stevani Jadi Selir?

    Sampai di tempat parkir mobil, Ares melihat mobilnya di jaga beberapa petugas keamanan, sementara banyak orang dari arah depan mobil sedang menonton dan memfoto mobilnya.Ares mendekat ke arah mobil, dia di hentikan salah satu petugas keamanan itu."Tuan, maaf tidak boleh mendekat ke mobil ini!" ucap Petugas itu dengan sopan."Saya pemilik mobil ini Tuan," balas Ares, sambil memperlihatkan kunci mobil lalu mengklik tombol alarm mobil itu berbunyi.Bip BipPara penonton menatap Ares dengan tatapan bersinar. Di antara mereka ada yang melihat Ares saat di pameran mobil."Dia pemiliknya, buruan ambil foto!" ucap salah satu penonton."Itu kan tuan muda Ares! sudah aku duga, mobil ini pasti miliknya," ucap seorang pria, sambil menatap Ares dengan kagum."Siapa Tuan Muda Ares?" tanya penonton yang tidak tahu, kejadian di pameran mobil."Hey, dia adalah orang kaya tahu! tadi di pameran mobil dia membeli banyak mobil sport mewah yang harganya ratusan miliar! dia juga memiliki aset berupa mobil

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 20 Dasar Pria Mesum!

    Stevani terus berbelanja, membeli semua barang yang dia sukai, tanpa rasa sungkan sama sekali, karena Ares lah yang menyuruhnya. Ares pun membeli banyak pakaian pria dan aksesoris, dari berbagai merek.Mereka keluar dari toko, terlihat tas belanja sudah memenuhi Ares, Berbeda dengan Stevani, wanita itu hanya membawa beberapa tas belanja.Ekspresi Ares terlihat sangat pahit."Baru saja satu wanita, bagaimana jika aku membawa banyak wanita belanja? tubuhku pasti di penuhi tas belanja," gumam Ares di dalam hati."Cantik, mau belanja apa lagi?" tanya Ares, dengan nada tak berdaya.Stevani yang melihat Ekspresi Ares yang pahit itu, dia terkikik, lalu menjawab."Sudah, aku sudah puas berbelanja!" Ekspresi Ares tampak lega, mendengar jawaban itu."Kalo gitu ayo kita pulang," ajak Ares."Ayo," balas Stevani, dengan ceria.Tapi saat Ares melihat sebuah toko khusus pakaian dalam seksi untuk wanita, tersirat pikiran nakal di otaknya."Cantik, ayo kita ke toko itu dulu!" ajak Ares, sambil berjal

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 19 Sangat Menyesal

    Saat Ares keluar dari deler MC Laren, manajer Ferrari ragu sejenak, lalu dia berjalan menghampiri Ares. Manajer itu tidak tau masalah Erfan dengan Sales Ferrari. "Tuan muda," sapa Manajer Ferrari, sambil membukukan sedikit tubuhnya, tanda sopan. "Ohh, iya ada apa?" tanya Erfan, sambil menyeringai sinis, karena dia sudah tau jika itu Manajer Ferrari, karena ada identitas yang tergantung di dadanya kirinya. "Saya Eri Manajer Ferrari, siapa tau tuan muda minat melihat-lihat mobil yang deler kami miliki," ucap pria yang bernama Eri itu. "Maaf saya tidak minat, mobil dari deler anda sangat baik, tidak pantas untuk orang sepertiku," ucap Ares, dengan nada sinis, lalu dia berbalik pergi ke arah keluar, sambil menarik Stevani. Para pengunjung menggelengkan kepalanya, sambil menatap lucu ke arah Manajer Ferrari. Manajer Ferrari kebingungan, kenapa Ares berkata seperti itu. Dia berdiri di sana seperti patung, perkataan Ares yang pedas terus di putar di pikirannya. Sales Ferrari yang mel

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 18 Malu kan kalian?

    Seorang pria dewasa bersetelan rapi, langsung menghampiri Ares."Tuan muda, saya Dian, manajer Lamborghini," ucap pria itu, dengan sopan, mengulurkan tangannya mengajak bersalaman."Saya Ares," Ares langsung menyambut uluran tangan pria itu. Merekapun bersalaman.Manajer itu mengajak bersalaman Stevani juga, karena dia melihat jika Stevani memiliki hubungan dengan Ares. Tapi wanita itu belum sadar dengan keterkejutannya, matanya masih terpaku ke arah layar.Ares menyadarkannya, dengan cara menggoyangkan tangannya. Stevani langsung sadar, dia buru-buru menyambut salaman Manajer itu."Kamu melamun saja," ucap Ares, sambil menyeringai, matanya mantap wanita itu."Aku...aku, terkejut," balas Stevani, dengan suara pelan, matanya balik menatap Ares.Ares terkekeh, sambil mengalihkan tatapannya ke arah Manajer Lamborghini."Aku ingin membeli mobil ini! boleh kan?" tanya Ares, sambil menunjuk mobil Lamborghini Veneno Roadster itu.Manajer itu buru-buru mengangguk, sambil berkata dengan penuh

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 17 Di Rendahkan Seorang Sales

    Sampai di tempat pameran mobil, Ares berhenti sejenak, dia menengok ke kanan dan ke kiri, melihat mobil yang di pajang di stan berbagai merek mobil. Saat matanya menangkap mobil berwarna merah menyala di padukan warna emas, memberi kesan Racing, mata Ares langsung berbinar.Ares menarik Stevani ke stan tempat mobil itu di pajang, stan tersebut milik perusahaan dari merek mobil Ferrari.Di depan stan tersebut, sudah di penuhi banyak orang, yang sedang menonton mobil keren yang di minati Ares.Ares membawa Stevani menerobos penonton, dia langsung menghampiri sales cantik menggoda, yang sedang berdiri di sisi mobil tersebut dengan pose profesional layaknya seorang model.Saat sales tersebut melihat Ares dan Stevani mendekat, dia langsung berkata."Tuan, jika ingin menonton harap di tempat yang sudah di tetapkan!" ucap sales itu, nadanya mengandung kesombongan.Walau Ares dan Stevani berpakaian bagus, dia menganggap Ares dan Stevani hanya penonton seperti yang lainnya. Mendengar perkata

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 16 Pendekatan Dengan Stevani

    Stevani semakin kesal, dia bangkit berdiri, hendak pergi. "Sudah lah, aku pergi saja!" ucap Stevani, sambil menghentakkan kakinya. Ares bangkit lalu menahannya, dan menariknya untuk duduk kembali. "Gadis, kamu benar-benar menganggap perkataanku dengan serius," ucap Ares, sambil menggelengkan kepalanya. Stevani menatap Ares, lalu berkata dengan kesal, setelah tau jika Ares hanya menggodanya. "Kamu...pria nakal! berani mempermainkanku," gigi Stevani sangat gatal, ingin menggigit Ares. Ares terkekeh, sambil menyentil kening wanita itu. "Aduh...kamu!" pekik Stevani, sambil mengusap keningnya. "Sudah, habiskan makanan, aku akan mengajakmu ke mall, membeli pakaian oke!" ucap Ares, sambil menatap Stevani. "Jika di traktir aku mau," giliran Stevani, yang menggoda Ares. "Tidak masalah, aku akan mentraktirmu belanja!" Ares tidak pelit, dia sangat rela, membelanjakan wanita, apalagi wanita ini adalah wanita yang harus menjadi miliknya. Mendekati itu, mata Stevani langsung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status