LOGIN"Ternyata artis kita sudah di taklukkan," ucap Sisil, dengan ekspresi menggoda. Stevani hanya tersenyum, tidak menyangkalnya sama sekali. Ares sangat senang, dia memeluk wanita itu meletakkan dagunya di bahu wanita itu.Beberapa menit kemudian, para wanita selesai memisahkan pakaian mereka masing-masing.Meli dan Sisil mengeluarkan masing-masing lingerie seksi, sambil menunjukkannya kepada Ares."Tuan muda, apa kamu ingin melihat kita memakai ini?" tanya Meli, dengan nada menggoda."Tentu saja," balas Ares tanpa berpikir panjang.Kedua wanita itu terkikik genit."Kalo gitu, setelah makan ayo kita pergi ke kamar, kami akan memakai ini untuk malam sekarang," ucap Sisil, dengan nada penuh godaan.Stevani yang sedang bersandar di tubuh Ares, memutar bola matanya dengan menggoda."Kalian benar-benar mesum!" ucap Stevani, sambil menatap kedua wanita itu."Stevani sayang, tidak lama lagi kamu akan seperti kami," balas Meli, dengan nada main-main.Stevani hanya mendengus cantik.Meli bangk
Tangan Stevani menyentuh rambut Ares, lalu dia mengelusnya dengan lembut. Ares yang merasakan itu sangat senang. "Cantik, akhirnya kau luluh juga!" ucap Ares di dalam hati.Ares menghirup aroma harum tubuh wanita itu, dia si buat mabuk. Ares membalikkan wajahnya menatap ke atas kembali, tentu yang di tatap Ares bukan wajah Stevani, melainkan dada besar yang berjarak beberapa senti dari wajahnya.Stevani yang sadar arah tatapan Ares ke ke mana, dia tidak memberontak, dia hanya menatap Ares dengan tatapan nakal, lalu dia berkata dengan nada curiga."Hey, pria nakal, kamu menatap ke mana?"Ares terkekeh, lalu menjawab tanpa malu sama sekali."Tentu saja ke dadamu, lihat dada ini begitu begitu besar," Ares menyentuh dada itu dengan jari telunjuknya.Sentuhan itu membuat Stevani seperti di sengat listrik. Dia buru-buru menahan tangan Ares agar tidak menyentuh dadanya lagi."Kamu pria nakal, sangat berani!" pekik Stevani, rona merah menghiasi pipinya."Cantik, kamu sangat pelit!" Ares cem
Sampai di tempat parkir mobil, Ares melihat mobilnya di jaga beberapa petugas keamanan, sementara banyak orang dari arah depan mobil sedang menonton dan memfoto mobilnya.Ares mendekat ke arah mobil, dia di hentikan salah satu petugas keamanan itu."Tuan, maaf tidak boleh mendekat ke mobil ini!" ucap Petugas itu dengan sopan."Saya pemilik mobil ini Tuan," balas Ares, sambil memperlihatkan kunci mobil lalu mengklik tombol alarm mobil itu berbunyi.Bip BipPara penonton menatap Ares dengan tatapan bersinar. Di antara mereka ada yang melihat Ares saat di pameran mobil."Dia pemiliknya, buruan ambil foto!" ucap salah satu penonton."Itu kan tuan muda Ares! sudah aku duga, mobil ini pasti miliknya," ucap seorang pria, sambil menatap Ares dengan kagum."Siapa Tuan Muda Ares?" tanya penonton yang tidak tahu, kejadian di pameran mobil."Hey, dia adalah orang kaya tahu! tadi di pameran mobil dia membeli banyak mobil sport mewah yang harganya ratusan miliar! dia juga memiliki aset berupa mobil
Stevani terus berbelanja, membeli semua barang yang dia sukai, tanpa rasa sungkan sama sekali, karena Ares lah yang menyuruhnya. Ares pun membeli banyak pakaian pria dan aksesoris, dari berbagai merek.Mereka keluar dari toko, terlihat tas belanja sudah memenuhi Ares, Berbeda dengan Stevani, wanita itu hanya membawa beberapa tas belanja.Ekspresi Ares terlihat sangat pahit."Baru saja satu wanita, bagaimana jika aku membawa banyak wanita belanja? tubuhku pasti di penuhi tas belanja," gumam Ares di dalam hati."Cantik, mau belanja apa lagi?" tanya Ares, dengan nada tak berdaya.Stevani yang melihat Ekspresi Ares yang pahit itu, dia terkikik, lalu menjawab."Sudah, aku sudah puas berbelanja!" Ekspresi Ares tampak lega, mendengar jawaban itu."Kalo gitu ayo kita pulang," ajak Ares."Ayo," balas Stevani, dengan ceria.Tapi saat Ares melihat sebuah toko khusus pakaian dalam seksi untuk wanita, tersirat pikiran nakal di otaknya."Cantik, ayo kita ke toko itu dulu!" ajak Ares, sambil berjal
Saat Ares keluar dari deler MC Laren, manajer Ferrari ragu sejenak, lalu dia berjalan menghampiri Ares. Manajer itu tidak tau masalah Erfan dengan Sales Ferrari. "Tuan muda," sapa Manajer Ferrari, sambil membukukan sedikit tubuhnya, tanda sopan. "Ohh, iya ada apa?" tanya Erfan, sambil menyeringai sinis, karena dia sudah tau jika itu Manajer Ferrari, karena ada identitas yang tergantung di dadanya kirinya. "Saya Eri Manajer Ferrari, siapa tau tuan muda minat melihat-lihat mobil yang deler kami miliki," ucap pria yang bernama Eri itu. "Maaf saya tidak minat, mobil dari deler anda sangat baik, tidak pantas untuk orang sepertiku," ucap Ares, dengan nada sinis, lalu dia berbalik pergi ke arah keluar, sambil menarik Stevani. Para pengunjung menggelengkan kepalanya, sambil menatap lucu ke arah Manajer Ferrari. Manajer Ferrari kebingungan, kenapa Ares berkata seperti itu. Dia berdiri di sana seperti patung, perkataan Ares yang pedas terus di putar di pikirannya. Sales Ferrari yang mel
Seorang pria dewasa bersetelan rapi, langsung menghampiri Ares."Tuan muda, saya Dian, manajer Lamborghini," ucap pria itu, dengan sopan, mengulurkan tangannya mengajak bersalaman."Saya Ares," Ares langsung menyambut uluran tangan pria itu. Merekapun bersalaman.Manajer itu mengajak bersalaman Stevani juga, karena dia melihat jika Stevani memiliki hubungan dengan Ares. Tapi wanita itu belum sadar dengan keterkejutannya, matanya masih terpaku ke arah layar.Ares menyadarkannya, dengan cara menggoyangkan tangannya. Stevani langsung sadar, dia buru-buru menyambut salaman Manajer itu."Kamu melamun saja," ucap Ares, sambil menyeringai, matanya mantap wanita itu."Aku...aku, terkejut," balas Stevani, dengan suara pelan, matanya balik menatap Ares.Ares terkekeh, sambil mengalihkan tatapannya ke arah Manajer Lamborghini."Aku ingin membeli mobil ini! boleh kan?" tanya Ares, sambil menunjuk mobil Lamborghini Veneno Roadster itu.Manajer itu buru-buru mengangguk, sambil berkata dengan penuh







