Bagaimanapun, ini urusan Keluarga Narasoma. Hinari juga tahu, baik Kayden maupun Saphira sama-sama punya keluhan terhadap sang kakek, Zafran.Kalau bukan karena Zafran yang menyuruhnya menelepon, Hinara sendiri juga tidak mau repot mengurusi hal yang merepotkan seperti ini.Telepon ditutup.Kayden berkata dengan tenang, "Kamu tenang saja, nggak akan ada siapa pun yang akan merebut Daisy darimu. Dia anakmu, selamanya begitu. Mau apa pun marganya, dia tetap milikmu."Seolah teringat sesuatu, dia tersenyum pahit, "Aku juga nggak bakal rebut dia."Lunara mengangguk pelan. "Terima kasih."Setelah jeda sejenak, Lunara mengangkat kepala dan bertemu pandang dengan Kayden melalui kaca spion. Sorot matanya gelap, seolah menyimpan perasaan yang dalam dan pekat dan tidak bisa dipahaminya.Di balik sorot mata itu, tersembunyi kesedihan yang besar.Jantung Lunara berdegup kencang dan bertanya, "Yang tadi Kak Hinari bilang itu kakek kamu?"Kayden mengangguk. Ada sedikit nada sengau yang hampir tak te
Read more