Priya mengulurkan tangan dan menepuk punggung Lunara."Oke, oke, aku dengar kamu. Semuanya terserah kamu saja. Walaupun kamu nggak nikah, kita berdua juga bisa membesarkan Daisy dengan baik."Sejak menjalani operasi, sifat Priya dibanding dulu menjadi jauh lebih tenang.Lunara mengangguk. "Boleh saja cari pasangan, tapi aku nggak akan pernah pertimbangkan dia."Di cermin lift, terpantul wajah Kayden yang muram. Matanya redup, tetapi sudut bibirnya justru terangkat membentuk lengkungan tipis.Daisy tidak mengerti apa yang dibicarakan orang dewasa. Namun, dia bisa merasakan emosi Kayden.Dia mengulurkan tangan kecilnya dan menekan bibir Kayden ke bawah. Dengan nada serius tetapi suara manis, dia berujar, "Om Kay, Mama bilang kalau lagi nggak senang, nggak perlu senyum."Kayden sedikit tertegun, lalu tersenyum dan berkata, "Mamamu mendidikmu dengan sangat baik."Daisy berbicara dengan polos, "Ya! Aku juga merasa begitu! Atau biar mamaku juga mengajarimu? Nanti kamu bisa jadi baik seperti
더 보기