Share

Bab 228

Author: Fitri
Lunara benar-benar terdiam. Dia tiba-tiba sadar, selama ini dia terlalu sedikit mengenal Kayden. Keluarganya, kepribadiannya, semua yang dia lihat selama ini hanyalah sebagian kecil saja.

Mungkin sama seperti Zafran, juga seperti Saphira dan Javier, dalam diri Kayden juga ada sisi keras kepala yang sangat kuat. Sekali dia menetapkan sesuatu, akan sulit untuk diubah.

Kayden yang sekarang, adalah sosok yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Keras kepala sampai terasa agak tidak tahu malu.

Berkali
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 278

    Lampu ruang operasi menyala lama sekali.Saphira duduk di kursi roda. Melihat Lunara datang, dia melambaikan tangan padanya.Lunara ingin bertanya bagaimana keadaannya sekarang, tetapi saat membuka mulut, dia tidak bisa mengeluarkan suara. Dia segera mengetik dan menunjukkannya kepada Saphira.Saphira menepuk tangan Lunara, menenangkannya, "Tim medis terbaik yang menangani. Percayalah pada mereka dan Kay. Jangan cemas. Soal suaramu itu, dokter juga bilang karena emosi."Setelah menyaksikan kejadian seperti itu, ditambah lagi kondisi jantung Lunara yang seperti Priya, tidak terlalu kuat, tubuh memang bisa mengalami reaksi fisiologis dalam ketakutan dan tekanan hebat.Saphira menggenggam tangan Lunara erat-erat. "Dia melindungi Daisy, itu memang kewajibannya. Nak, jangan merasa terbebani ya, dengarkan aku."Sambil berbicara, air matanya pun jatuh. Dia bahkan sudah berpikir, begitu Kayden selamat, dia akan pergi ke kuil untuk bersembahyang dengan sungguh-sungguh, mencari beberapa dewa yan

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 277

    Virelle mencibir dingin.Kelemahan terbesar Lunara adalah terlalu mementingkan perasaan. Hanya seorang anak perempuan saja, bahkan ayahnya pun tidak jelas siapa, tetapi Lunara melindunginya seperti harta berharga. Kalau begitu, dia harus menanggung akibatnya.Begitu keluar dari kafe, dari semak-semak tiba-tiba seseorang melesat keluar dan menabrak keras Virelle yang sedang hamil besar! Teriakan perempuan terdengar dari belakang.Lunara menoleh, lalu melihat seorang wanita duduk menindih Virelle tanpa peduli dia sedang hamil. Wanita itu langsung menamparnya belasan kali berturut-turut. Sungguh pemandangan yang brutal.Itu Sarah."Kak Luna, cepat pergi cari anakmu!""Sarah? Kenapa kamu ada di sini?"Sarah mencekik leher Virelle, membiarkan kuku Virelle mencakar lengannya hingga meninggalkan goresan berdarah. Dia mengangkat kepala. Wajahnya pucat pasi, tetapi dia tetap memaksakan senyuman kepada Lunara."Tentu saja untuk bernostalgia dengan Virelle. Kak Luna, ingat untuk lapor polisi dan

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 276

    Di depan kafe.Sekali pandang, Lunara langsung melihat Virelle duduk di sana dengan tenang sambil minum kopi. Tidak terlihat di mana kedua anak itu berada.Lunara berjalan masuk. Begitu melihat senyuman aneh di wajah Virelle, dia langsung mengangkat cangkir kopi dan menyiramkannya ke wajah Virelle!"Di mana putriku dan Meidy?"Virelle sama sekali tidak panik. Dia mengambil tisu, menyeka kopi di wajahnya, lalu berkata dengan santai, "Kenapa terburu-buru? Mereka di hotel dekat sini, dijaga orang tuaku. Nggak akan terjadi apa-apa kok.""Ini kopi yang kupesankan untukmu. Sayang sekali ya." Virelle mengusap perutnya. Suaranya membawa nada khas seorang pemenang. "Ibu hamil nggak boleh minum kopi, jadi aku sengaja pesan ini untukmu. Uangnya mana?"Lunara menatap Virelle di depannya. Entah kenapa, rasanya seperti baru pertama kali mengenal wanita ini.Setiap kali bertemu, Virelle selalu melakukan hal-hal yang terus menurunkan batas pemahaman Lunara. Namun, karena yang diminta adalah uang, Luna

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 275

    Jari Lunara tiba-tiba berhenti. Tangan yang menggenggam tisu diremas, lalu mengusap layar dengan kuat. Layar tipis komputer itu sedikit bergoyang.Malam itu ... Elina melihatnya bersama Kayden? Saat itu, Kayden memang terus memeluknya. Elina seharusnya tidak melihat wajahnya.Entah kenapa, Lunara malah merasa seolah-olah malam itu dia sedang berselingkuh dengan Kayden. Meskipun tahu Elina tidak melihatnya, Lunara tetap merasa sedikit tegang.Saat keluar, kelopak matanya terus berkedut. Firasat buruk itu kembali muncul di hatinya. Dalam sekejap, jantungnya berdebar tak tenang.Di ponselnya, sebuah panggilan masuk. Dari guru TK Daisy. Tangan Lunara mulai gemetar. Ketika mengangkat telepon, suara panik guru itu terdengar. "Bu Lunara, Daisy hilang!"Lutut Lunara langsung lemas. Dia bersandar pada dinding, baru bisa berdiri dengan susah payah. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, tetapi dia memaksa diri tetap tenang. "Bu Guru, tolong jelaskan sebenarnya apa yang terjadi?""Tadi Daisy

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 274

    Hari kerja keesokan harinya, Lunara merasa gelisah.Kepalanya sakit, jantungnya berdebar tanpa henti. Rasanya pusing sekali, seolah-olah sesuatu akan terjadi.Dia mengira dirinya mengalami gula darah rendah. Setelah minum setengah gelas air hangat dan makan beberapa permen, rasa tidak nyaman itu sedikit mereda.Dia menelepon Priya, lalu membuka monitor kelas Daisy yang selalu terhubung ke ponsel orang tua, memastikan tidak ada masalah.Lunara memijat pelipisnya. Terakhir kali dia merasakan hal seperti ini adalah saat Orion jatuh sakit dan dikirim ke ICU.Setelah menyelesaikan dokumen serah terima pengunduran diri, Lunara berdiri dan mengantarkan dokumen itu ke kantor direktur.Casya menandatangani dengan sigap, lalu memberikan sebuah kartu kepada Lunara. Di dalamnya, berdasarkan riwayat kerja Lunara, diberikan kompensasi yang seharusnya tidak ada untuk pengunduran diri sukarela. Jumlahnya cukup besar.Di sana tertulis satu kalimat.[ Terima kasih atas kerja kerasmu. Kami menghargai sem

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 273

    Javier tampak agak ragu. Bagaimanapun juga, itu adalah generasi penerus di Keluarga Narasoma.Mengingat sifat Daisy yang patuh dan manis, Javier juga paham dalam hatinya. Semua itu adalah hasil didikan Lunara.Hatinya terasa gelisah, seperti ada semut merayap. Dia bertanya, "Masa anak itu nggak diakui?"Saphira berkata dengan tenang, "Tentu harus diakui. Apa yang seharusnya didapat oleh generasi muda di Keluarga Narasoma, Daisy nggak boleh kurang sedikit pun. Hanya saja Kayden, kamu juga harus ngerti, aku sangat menyukai Daisy. Aku nggak ingin dia jadi anak di luar nikah."Dia ingin memberi Daisy sebuah status yang sah, agar Daisy bisa berdiri dengan terhormat sebagai anak Keluarga Narasoma.Kayden mengangguk. "Aku ngerti."Baru saja keluarga itu menutup pintu dan selesai berbicara, Casya masuk dengan mendorong kursi roda yang diduduki oleh Zafran.Zafran mendengar bahwa Saphira mengalami kecelakaan dan kebetulan berada di rumah sakit yang sama, jadi datang menjenguk.Melihat Kayden, Z

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 55

    Berapa pun jumlah yang dia sebutkan, Lunara akan menabung untuk membayarnya. Kalau perlu, dicicil."Kalau begitu aku pamit dulu. Pak Kayden istirahat yang baik."Pintu kamar tertutup dan Lunara pun pergi.Bunyi sepatu hak tinggi yang menjauh perlahan, lalu menghilang dari dunia Kayden.....Kediaman

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 53

    Mungkin dia juga sadar bahwa sebenarnya Kayden tidak pernah menyukainya. Yang dia dambakan hanyalah sedikit perbedaan. Asal Kayden menganggap dia berbeda dari orang lain, itu sudah cukup.Begini saja sudah baik.Jari-jari Lunara mengerut, seolah-olah dia sedang menyentuh garis pakaian Kayden lewat k

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 61

    Kayden sedikit mengernyit.Jantung Lunara berdegup sekali. Dia baru hendak menolak, ketika Kayden sudah lebih dulu berkata, "Ya, baik."Lalu, dia menoleh ke Lunara. Suara pria itu yang rendah tidak menunjukkan nada meminta persetujuan sedikit pun. "Tolong jaga Rupert. Anggap saja sebagai ganti rugi

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 60

    Perasaan anak kecil memang selalu peka. Lunara tidak tahu harus tertawa atau menangis. Dia hanya menanggapi singkat, "Nggak sampai segitunya."Sayangnya, dunia anak-anak hanya mengenal dua hal, yaitu suka dan tidak suka. Jawaban Lunara membuat Rupert kebingungan.Rupert baru dua tahun lebih. Tubuhny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status