Kayden sendiri tidak merasa ada masalah."Memilih sekolah itu juga pilihan dua arah. Kalau Daisy suka, baru kita lanjut di sana. Kalau dia nggak suka, kita pindahkan ke sekolah internasional. Lagi pula, Daisy itu pintar. Kamu saja yang belum menyadarinya."Di Kota Andara, ada beberapa sekolah internasional yang mendapat investasi dari Keluarga Narasoma. Bagi Kayden, masuk sekolah mana sepenuhnya tergantung pada pilihan Daisy.Lunara mengangguk, setuju dengan Kayden."Aku tentu tahu Daisy pintar, tapi waktu kecil aku sendiri nggak suka belajar. Aku nggak tahu kamu dulu juga begitu atau nggak."Uap dari panci sup mengepul ke atas. Silvar melepas kacamatanya dan mengelap lensa, lalu menyahut, "Waktu kecil, dia didik dengan sangat keras. Dia belajar mati-matian, makanya jadi pintar.. Kalau dia sampai nggak dapat nilai bagus, dia nggak diizinin makan. Anak kalian berdua entah nanti lebih mirip siapa."Osmar berseru pelan, "Putri Luna itu anaknya Kak Kay?"Silvar menyahut, "Kalau bukan, lalu
Read more