Saat mereka sedang berbicara, seorang wanita muda di depan berjalan mendekati Saphira."Tante Saphira, lama nggak ketemu.""Oh, ini Hilda ya? Memang sudah lama. Ibunya bilang kamu tahun ini di Wall Street, kerjanya bagus ya?"Hilda mengangguk, tapi tatapannya tanpa sadar melirik ke belakang Saphira. Bulu matanya bergetar sedikit, tatapannya tampak tersipu.Saphira berkata dengan santai, "Kayden, ini putri dari Om Darno, Hilda. Waktu kecil kalian satu taman kanak-kanak.""Hilda, ini Kak Kayden dan kakak iparmu."Ekspresi wajah Hilda sempat membeku sesaat. Dia menatap Lunara dengan ragu. Tatapannya berulang kali menyapu, seolah ingin melihat apa kelebihan Lunara.Memang cantik, tapi di dunia ini wanita cantik terlalu banyak.Hilda menahan pertanyaannya, lalu menyapa dengan ramah, "Kakak Ipar dari keluarga mana? Aduh, aku baru pulang ke dalam negeri, jadi nggak kenal."Lunara tersenyum."Keluargaku hanya usaha kecil."Saphira menarik tangan Hilda, langsung memotong ucapannya, "Hilda, gima
閱讀更多