共有

Bab 366

作者: Fitri
Melihat Elina muncul di kantor, kedua belah pihak sama-sama terpaku.

Elina sudah mencari tahu bahwa perusahaan tempat Casya bekerja ada di sini, tetapi tidak menyangka bahwa pemilik perusahaan ini adalah Lunara.

Lunara memandang Elina. "Kamu kenapa ke sini? Gimana dengan Grup Narasoma?"

"Aku pagi tadi sudah mengajukan resign ke Pak Ignas, sekarang lagi diproses. Pak Kayden dengar aku mau resign, langsung menyetujui tanpa banyak tanya."

Ignas juga tidak banyak bertanya. Kemungkinan besar karena d
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 370

    Lunara tertegun sejenak. Dia baru selesai mandi bersama Daisy. Tubuhnya masih dipenuhi uap hangat, ujung rambutnya bahkan masih meneteskan air.Saat mendengar Daisy berkata bahwa Meidy dan Saskia akan pergi ke luar negeri dan tidak akan kembali, Lunara sedikit terkejut.Namun, setelah dipikir-pikir, mungkin itu juga lebih baik. Toh tempat ini tidak sepenuhnya baik untuk mereka. Orang tua Saskia sudah tiada, jadi memang tidak ada hal yang mengikatnya di sini lagi.Lunara mengeluarkan ponsel, membuka pesan. Benar saja, dia melihat pesan dari Saskia yang mengajaknya makan besok. Setelah menentukan waktu dan tempat, Lunara menyimpan kembali ponselnya.Daisy menatap Lunara. "Mama, sepertinya sudah waktu tidur ya?""Ya, ayo kita tidur."Daisy menggeleng, lalu menunjuk ke arah pintu, ke bayangan yang lewat sekilas. "Om Kay sudah beberapa kali cari Mama. Dia mau cium Mama lagi ya?"Lunara sontak termangu. Kalimat Daisy sangat polos, sama sekali tidak merasa bahwa dia sedang menyinggung hal sen

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 369

    "Kakakku menyuruhku pergi kencan buta. Meskipun aku nggak puas, aku nggak berani seperti dia, langsung mengatakannya terang-terangan.""Dan juga Bu Lunara .... Dulu aku pikir Kayden akan menikah dengan wanita yang kurang lebih sepertiku dan pernikahannya hanya formalitas. Bahkan setelah menikah, aku juga bisa nggak peduli dengan kehidupan pribadinya."Elina mengusap wajahnya dengan tangan, berhenti sejenak, lalu menghabiskan sisa minuman di gelas Silvar."Tapi aku salah. Salah besar. Baik Bu Lunara maupun Casya, mereka jauh lebih unggul dariku."Silvar tahu dia sudah minum terlalu banyak. Dia ingin menghibur, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana.Elina menutup wajahnya, terisak pelan. "Kesalahan terbesarku adalah aku nggak bisa menerima kenyataan itu."Dia tidak bisa menerima bahwa yang didapatnya terlalu sedikit, tidak bisa menerima bahwa di Keluarga Sankara, dia dipinggirkan, tidak bisa menerima bahwa dia hanya alat untuk pernikahan politik di mata keluarganya.Tidak bisa menerima

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 368

    Elina makan dengan sangat tenang. Sepanjang makan, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring dan gelas.Selesai makan, Elina menyeka bibirnya, lalu berkata, "Aku sudah resign dan sudah dapat kerjaan baru. Terima kasih sudah menjagaku waktu di Grup Narasoma."Saat Elina masih di Grup Narasoma, Silvar cukup sering menitipkan pesan ke Ignas. Bahkan beberapa kali dia juga keluar uang sendiri untuk mentraktir teh sore. Elina baru tahu hal ini pagi tadi saat mengundurkan diri, dari cerita Ignas.Ignas menyahut, "Mungkin bagimu itu bukan apa-apa, tapi karena sudah dilakukan, tetap harus diberi tahu ke orang yang bersangkutan. Kalau nggak, bukankah jadi sia-sia?"Barulah Elina tahu, ternyata Silvar diam-diam berkali-kali mencari Ignas karena khawatir dia tidak punya sandaran di Grup Narasoma.Elina membuka tas tangannya, mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil yang indah, lalu mendorongnya ke depan Silvar."Ini hadiah untukmu. Mungkin nggak terlalu mahal, tapi aku pakai

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 367

    Awalnya Lunara masih agak tidak terbiasa Ignas memanggilnya seperti itu. Ignas bilang, kalau Lunara tidak suka, berarti dia harus mulai membiasakan diri dengan pekerjaan berikutnya.Baru setelah itu Lunara terpaksa membiasakan diri. Benar saja, setiap kali Ignas memanggilnya seperti itu, ekspresi Kayden selalu terlihat jauh lebih baik.Lunara juga paham sifat pria itu. Kekanak-kanakan dan keras kepala.Kastanye panggang di tangannya masih mengepul hangat. Lunara makan satu, rasanya lembut dan manis.Semua kastanye di dalam kantong sudah dikupas. Jelas sekali, itu pasti dikupas saat menunggunya pulang kerja.Lunara mengambil satu dan menyuapkannya ke Kayden. "Terakhir makan ini waktu masih kuliah. Kamu juga yang beliin.""Tapi waktu itu kamu suruh aku kupasin, aku nolak."Jadi karena itu, sekarang dia sengaja mengupas satu kantong penuh di mobil? Hal-hal yang Lunara sendiri sudah mulai lupa justru terus diingat Kayden. Bahkan tanpa ada yang mengungkit, dia sendiri yang sulit melepaskann

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 366

    Melihat Elina muncul di kantor, kedua belah pihak sama-sama terpaku.Elina sudah mencari tahu bahwa perusahaan tempat Casya bekerja ada di sini, tetapi tidak menyangka bahwa pemilik perusahaan ini adalah Lunara.Lunara memandang Elina. "Kamu kenapa ke sini? Gimana dengan Grup Narasoma?""Aku pagi tadi sudah mengajukan resign ke Pak Ignas, sekarang lagi diproses. Pak Kayden dengar aku mau resign, langsung menyetujui tanpa banyak tanya."Ignas juga tidak banyak bertanya. Kemungkinan besar karena dulu saat Elina masuk ke Grup Narasoma terlalu mencolok. Semua orang tahu dia masuk karena pengaturan Keluarga Narasoma dan tujuannya adalah ke Kayden.Sekarang dia mengundurkan diri, entah karena sadar tidak punya peluang dengan Kayden atau kembali ke perusahaan keluarganya.Bahkan Kayden sendiri mungkin tidak menyangka Elina akan datang melamar ke tempat Lunara."Ada orang di Grup Narasoma yang mempersulitmu?"Elina cepat-cepat menggeleng. "Nggak, aku sendiri yang ingin pindah kerja. Aku cuma i

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 365

    Martin tampak tidak peduli. "Ini juga bukan masalah besar. Aku cuma beli sedikit data gim, lalu bikin gim baru saja. Perlu sampai ribut sebesar ini?"Alfie kesal. "Sekarang Keluarga Narasoma bilang kita sudah menyebabkan kerugian, minta kita ganti rugi. Kalau nggak, mereka mau memasukkanmu ke penjara!"Martin menguap. "Kak, pertama, bukan aku yang curi data gim itu. Kedua, aku juga bukan pengembang utama gim itu. Kalau Kayden mau menuntutku, silakan saja."Dia tidak merasa ini masalah besar."Kakakku sekarang bukannya di Grup Narasoma? Kalau memang nggak ada cara, bilang saja dia yang curi data itu untukku, aku nggak tahu apa-apa. Memangnya mereka bisa berbuat apa padaku?"Alfie terdiam sejenak. Dia sempat mempertimbangkan usulan Martin, tetapi segera menolak."Nggak bisa. Kalau Elina punya kesempatan dengan Silvar, dia nggak boleh punya aib. Keluarganya Silvar nggak akan menerima menantu seperti itu."Martin berseru pelan, "Kamu bilang siapa? Silvar bisa suka sama kakakku yang kaku be

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status