“Selain itu, izin dari pemerintah juga sudah keluar. Mereka merasa panti asuhan sangat mengganggu tata kota, juga bermaksud ingin membongkarnya. Istriku, kamu ini namanya cari masalah sendiri!”Tidak disangka, janji yang diucapkan Riady akan begitu tidak berharga. Namun, Shella juga bukan orang bodoh.“Kalau begitu, kamu sama sekali nggak cocok membangun taman bermain. Kamu hanya bertindak demi kepentingan pribadimu sendiri, ‘kan?”Shella tidak langsung buang muka di depan umum. Sekarang masih belum saatnya untuk membuka kartu sepenuhnya.Amila berkata dengan tidak puas, “Bu Shella, kenapa kamu malah memaksa Riady? Hati Riady juga sangat tersiksa, tapi semua ini permintaan dari pemerintah. Sikapmu sekarang ini sama saja dengan pemerasan moral terhadap Riady, ‘kan?”“Cuma sebuah panti asuhan saja. Mana mungkin lebih penting dibandingkan perasaanmu terhadap Riady?”Saat mendengar ucapan itu, Shella mengepal erat jari tangannya. Satu detik kemudian, dia melihat wajah munafik Amila, lalu m
Baca selengkapnya