"Kamu benar-benar mau batalkan pernikahanmu?"Di seberang meja, seorang wanita paruh baya berpakaian rapi memasang tampang curiga.Shella Winata mengambil surat perjanjian tunangan berwarna merah terang, lalu merobeknya. Dia menatap ibu Riady Swarma sambil bertanya, "Sudah percaya sekarang?"Rossa terlihat sangat tercengang. Kemudian, dia mengerutkan bibir dan berkata, "Oke, aku akan aturkan identitas baru untukmu. Sebulan lagi, tinggalkan Kota Morkar selamanya."Shella menggenggam erat gelas airnya dan mengangguk tanpa ragu, "Oke."Shella mengambil tasnya dan berdiri, tetapi Rossa menghentikannya. "Ingat janjimu, jangan membuat masalah! Jangan sampai pamanmu tahu Riady selingkuh. Kalau nggak, dia benar-benar akan patahkan kaki Riady!"Langkah Shella terhenti. Pikirannya melayang ke masa lalu.Di mata orang lain, hubungan Shella dan Riady bagaikan kisah dongeng yang khas, Cinderella yang kurang beruntung bertemu pangeran tampannya. Di universitas, Shella adalah mahasiswi teladan, seda
Magbasa pa