Tubuh molek ibu angkat gemetar hebat, erangannya tak lagi tertahan, melainkan langsung meninggi dengan bebas.Ini pertama kalinya dia sampai lepas kendali seperti itu. Sepertinya permainan bertiga ini memang sangat merangsang. Meski ayah angkat tak bisa memberinya kenikmatan yang sesungguhnya, dengan kehadiranku, dia bisa merasakan pengalaman luar biasa yang singkat nan indah.Tak lama kemudian, ayah angkat pun menyerah.Kesadaran ibu angkat pun perlahan pulih kembali. Dengan wajah memerah karena malu, dia memukul pelan dada ayah angkat.“Malu-maluin saja, ini semua gara-gara kamu! Kalau sampai dia bicara sembarangan pada orang lain, kita nggak akan punya muka lagi untuk bertemu orang.”Tiba-tiba, ibu angkat mulai merasa takut. Meski aku dianggap bodoh, diriku punya kecerdasan setingkat anak tiga tahun, bukan cacat mental total. Jika aku tak sengaja keceplosan di luar, mereka benar-benar akan sangat memalukan.Ayah angkat pun merasa ucapan ibu angkat ada benarnya. Bagaimanapun juga,
더 보기