ANMELDENSejak aku menjadi bodoh, ibu angkatku selalu merawatku sendiri. Dia tidak hanya memijat dan membantuku berolahraga, tapi dia juga tak pernah menolak sentuhanku. Ayah angkatku juga memanfaatkan kondisiku yang bodoh, dia tak pernah ragu menunjukkan kemesraan dengan ibu angkat di hadapanku. Namun, mereka tak tahu bahwa sebenarnya aku sudah lama sembuh dan kembali normal. Suatu saat, ketika ibu angkat sedang melakukan panggilan video dengan ayah angkat dan menggunakan alat bantu untuk memuaskan dirinya di depan kamera, aku diam-diam meraih benda kasar itu, lalu memasukkannya ke dalam tubuh ibu. Dan ayah sama sekali tidak tahu soal hal itu.
Mehr anzeigenPemandangan di dalam kamar benar-benar menjijikkan. Tampak dua sosok manusia tanpa busana di atas ranjang. Ferina sedang duduk di atas seorang pria paruh baya, tubuhnya tak berhenti bergerak dengan keringat bercucuran dan wajah yang memerah, sambil terus mendesah liar.Kedatanganku yang tiba-tiba membuat mereka berdua tersentak kaget.“Gio? Kamu… kok kamu ada di sini?”Ferina panik dan langsung turun dari tubuh pria itu. Aku yang sudah tak bisa mengendalikan diri, langsung menerjang maju.Pria paruh baya itu mencoba duduk, tapi aku langsung melayangkan tendangan keras tepat ke wajahnya. Sambil mengerang kesakitan, dia memegangi wajahnya dan terkapar kembali ke ranjang.Aku ingin menghajarnya lagi, tapi Ferina memelukku dengan erat dan menyuruhku menenangkan diri.“Tenang mataku!” Aku mendorongnya menjauh dan melayangkan tamparan keras ke pipinya.Ferina terdiam sejenak. Lalu, dia langsung mengamuk seperti wanita kesetanan, mencakar dan memukulku.Keributan itu berlanjut sampai polisi
Lama-kelamaan, aku mulai merasa bergantung padanya dan tak ingin pergi.Namun, kebohongan pasti akan terbongkar. Saat melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit, gerak-gerikku yang tidak sengaja membuat dokter menyadari bahwa aku sudah sembuh. Untuk memastikannya, dokter bahkan melakukan pemeriksaan ulang berkali-kali.Kini, ayah angkat pun tahu bahwa aku sudah pulih sepenuhnya. Aku tak bisa lagi ikut bermain game bersama mereka seperti dulu. Tak lama setelah kesembuhanku, ayah angkat memberitahu bahwa ibu kandungku sudah kembali. Dia sangat menyesali apa yang terjadi padaku dan mengaku seharusnya tak meninggalkan kami dulu. Dia ingin membawaku pulang dan merawatku dengan baik.Karena takut kebohongan akan terbongkar di rumah ibu angkat atau aku tak bisa menahan diri untuk melakukan kesalahan itu lagi, apalagi ayah angkat sangat baik padaku, aku tak ingin menghancurkan keluarganya. Akhirnya, aku pun memutuskan untuk ikut pulang bersama ibu kandungku.Beberapa waktu setelahnya, ibuku m
Pada saat bersentuhan, aku merasa jiwaku seakan bergetar. Sangking nikmatnya, aku hampir saja mengerang keras.Tentu saja kekuatanku tidak bisa dibandingkan dengan ayah angkat.Ibu angkat yang tadinya menggigit bibir karena malu, akhirnya pun tak bisa menahan diri lagi dan mulai mengerang dengan liar.Setelah berlangsung selama setengah jam penuh, ibu angkat kembali mencapai puncaknya hingga hujan turun lagi.Saat ini, tenaga ayah angkat sudah pulih dan dia pun bergabung denganku, menjadikan ibu angkat seperti biskuit dan mencicipi kenikmatan itu bersama.Malam itu, kami terus bermain hingga larut malam dan baru berhenti setelah benar-benar kelelahan.Melihat aku sangat menikmatinya, ayah angkat bertanya apakah aku ingin terus memainkan permainan ini ke depannya.Aku pun mengangguk dan bilang sangat ingin, karena rasanya sangat nyaman. Kemudian, ayah angkat pun berkata dengan serius bahwa permainan ini tak boleh diceritakan pada siapapun. Jika ada orang lain yang tahu, aku tak akan dia
Tubuh molek ibu angkat gemetar hebat, erangannya tak lagi tertahan, melainkan langsung meninggi dengan bebas.Ini pertama kalinya dia sampai lepas kendali seperti itu. Sepertinya permainan bertiga ini memang sangat merangsang. Meski ayah angkat tak bisa memberinya kenikmatan yang sesungguhnya, dengan kehadiranku, dia bisa merasakan pengalaman luar biasa yang singkat nan indah.Tak lama kemudian, ayah angkat pun menyerah.Kesadaran ibu angkat pun perlahan pulih kembali. Dengan wajah memerah karena malu, dia memukul pelan dada ayah angkat.“Malu-maluin saja, ini semua gara-gara kamu! Kalau sampai dia bicara sembarangan pada orang lain, kita nggak akan punya muka lagi untuk bertemu orang.”Tiba-tiba, ibu angkat mulai merasa takut. Meski aku dianggap bodoh, diriku punya kecerdasan setingkat anak tiga tahun, bukan cacat mental total. Jika aku tak sengaja keceplosan di luar, mereka benar-benar akan sangat memalukan.Ayah angkat pun merasa ucapan ibu angkat ada benarnya. Bagaimanapun juga,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.