Short
Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat

Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat

Von:  UnguAbgeschlossen
Sprache: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9Kapitel
6Aufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

Sejak aku menjadi bodoh, ibu angkatku selalu merawatku sendiri. Dia tidak hanya memijat dan membantuku berolahraga, tapi dia juga tak pernah menolak sentuhanku. Ayah angkatku juga memanfaatkan kondisiku yang bodoh, dia tak pernah ragu menunjukkan kemesraan dengan ibu angkat di hadapanku. Namun, mereka tak tahu bahwa sebenarnya aku sudah lama sembuh dan kembali normal. Suatu saat, ketika ibu angkat sedang melakukan panggilan video dengan ayah angkat dan menggunakan alat bantu untuk memuaskan dirinya di depan kamera, aku diam-diam meraih benda kasar itu, lalu memasukkannya ke dalam tubuh ibu. Dan ayah sama sekali tidak tahu soal hal itu.

Mehr anzeigen

Kapitel 1

Bab 1

Bertahun-tahun lalu, aku mengalami kecelakaan mobil yang melukai kepalaku dan membuatku menjadi bodoh.

Orang tuaku sudah lama bercerai dan entah pergi ke mana, hanya ibu angkatku yang bersedia merawatku.

Ibu angkatku bernama Yuni, dia adalah sahabat baik ibuku.

Kulitnya putih mulus, tubuhnya sexy dan setiap gerak-geriknya memancarkan pesona wanita dewasa.

Aku selalu menyukainya, bahkan terkadang saat malam yang sunyi, aku sering menjadikannya objek fantasiku.

Beberapa waktu lalu, saat ibu angkat sedang pergi belanja, aku memanjat lemari untuk bermain. Aku terpeleset dan kepalaku terbentur. Tak disangka, benturan itu malah membuat otakku kembali normal.

Namun, aku memilih untuk tetap berpura-pura bodoh.

Karena setiap hari ibu angkat selalu mengajakku berolahraga dan memberiku pijatan titik saraf untuk merangsang otak agar cepat pulih.

Aku juga bisa melakukan kontak fisik yang intim dengannya. Aku tak ingin kehilangan kebahagiaan itu.

Hari ini tiba waktunya berolahraga lagi. Ibu angkat mengenakan baju yoga ketat berwarna merah muda yang sangat sexy, memperlihatkan tubuhnya dengan sempurna.

Dia menonton televisi sambil melakukan gerakan sulit yang terlihat menggoda, lalu memintaku mengikutinya.

Terutama saat dia melakukan gerakan seperti kucing yang meregangkan badan, tubuh bagian atasnya menempel di lantai, sementara bokongnya terangkat tinggi, seperti buah persik yang matang.

Benar-benar menggoda.

Apalagi celana ketat yang dia pakai cukup tipis, saat dia meregangkan tubuh, lekuk tubuh di balik pakaian itu terlihat sangat jelas.

Saat ini, aku tepat berada di belakangnya. Bokongnya menghadap ke arahku dan hanya dengan mengulurkan tangan, aku bisa menyentuh area pribadinya yang tercetak jelas oleh kain tersebut.

Seketika, kepalaku terasa terbakar. Tanpa sadar, aku mengulurkan tanganku ke arah sana.

Jantungku berdegup kencang dan saat menyentuhnya, pikiranku mendadak kosong.

Rasanya begitu lembut dan hangat.

“Aaa!”

Ibu angkat menjerit dan reflek menjepit kedua kakinya. Tapi, karena tanganku masih di sana, gerakannya bukan melepaskanku, melainkan membuat jari-jariku menyentuh lebih dalam.

Tanpa sadar, aku menekuk jari dan menyentuh area sensitifnya yang mulai lembab dan hangat.

“Ahh…!”

Dia bernapas terengah-engah dengan kaki yang gemetar. Tanganku yang terjepit di antara paha itu tiba-tiba merasakan sensasi basah yang membasahi jari-jariku dan kain di sekitarnya.

Sambil terengah, ibu angkat menoleh dengan panik. Dia menatapku dengan tatapan malu sekaligus kesal.

Melihat pipinya yang merona merah dan matanya yang sayu, hatiku rasanya ikut luluh.

“Gio, cepat lepaskan tanganmu. Jangan sentuh bagian sana,” ucapnya dengan wajah merona.

“Ibu, kok basah di sini? Aneh sekali, aku mau coba lagi!” Aku mulai berpura-pura bodoh. Alih-alih mendengarkannya, aku malah semakin menjadi-jadi.

Ibu angkat mengerang pelan dan seluruh tubuhnya langsung lemas terkapar di lantai.

“Seru sekali, aku mau main lagi! Kalau nggak boleh, aku bakal bilang ke ayah kalau ibu basah di depanku!” Aku memutar bola mataku dan bersikap nakal.

“Iya, iya, aku menyerah. Kamu main saja, tapi jangan bilang ke ayahmu, ya?”

Ibu angkat tampak ketakutan. Dia tahu otakku bermasalah dan sering bicara blak-blakan.

Jika hal ini sampai ke telinga suaminya, pasti akan terjadi kesalahpahaman besar.

“Cepat, cepat! Angkat lagi, aku mau main!”

“Iya, iya… kamu benar-benar manja sekali, tapi pelan-pelan saja mainnya, ya.”

Sambil membujukku, ibu angkat kembali membungkuk dengan wajah merona, mengangkat bokongnya yang indah dan mengarahkannya tepat padaku….
Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Keine Kommentare
9 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status