Share

Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat
Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat
Penulis: Ungu

Bab 1

Penulis: Ungu
Bertahun-tahun lalu, aku mengalami kecelakaan mobil yang melukai kepalaku dan membuatku menjadi bodoh.

Orang tuaku sudah lama bercerai dan entah pergi ke mana, hanya ibu angkatku yang bersedia merawatku.

Ibu angkatku bernama Yuni, dia adalah sahabat baik ibuku.

Kulitnya putih mulus, tubuhnya sexy dan setiap gerak-geriknya memancarkan pesona wanita dewasa.

Aku selalu menyukainya, bahkan terkadang saat malam yang sunyi, aku sering menjadikannya objek fantasiku.

Beberapa waktu lalu, saat ibu angkat sedang pergi belanja, aku memanjat lemari untuk bermain. Aku terpeleset dan kepalaku terbentur. Tak disangka, benturan itu malah membuat otakku kembali normal.

Namun, aku memilih untuk tetap berpura-pura bodoh.

Karena setiap hari ibu angkat selalu mengajakku berolahraga dan memberiku pijatan titik saraf untuk merangsang otak agar cepat pulih.

Aku juga bisa melakukan kontak fisik yang intim dengannya. Aku tak ingin kehilangan kebahagiaan itu.

Hari ini tiba waktunya berolahraga lagi. Ibu angkat mengenakan baju yoga ketat berwarna merah muda yang sangat sexy, memperlihatkan tubuhnya dengan sempurna.

Dia menonton televisi sambil melakukan gerakan sulit yang terlihat menggoda, lalu memintaku mengikutinya.

Terutama saat dia melakukan gerakan seperti kucing yang meregangkan badan, tubuh bagian atasnya menempel di lantai, sementara bokongnya terangkat tinggi, seperti buah persik yang matang.

Benar-benar menggoda.

Apalagi celana ketat yang dia pakai cukup tipis, saat dia meregangkan tubuh, lekuk tubuh di balik pakaian itu terlihat sangat jelas.

Saat ini, aku tepat berada di belakangnya. Bokongnya menghadap ke arahku dan hanya dengan mengulurkan tangan, aku bisa menyentuh area pribadinya yang tercetak jelas oleh kain tersebut.

Seketika, kepalaku terasa terbakar. Tanpa sadar, aku mengulurkan tanganku ke arah sana.

Jantungku berdegup kencang dan saat menyentuhnya, pikiranku mendadak kosong.

Rasanya begitu lembut dan hangat.

“Aaa!”

Ibu angkat menjerit dan reflek menjepit kedua kakinya. Tapi, karena tanganku masih di sana, gerakannya bukan melepaskanku, melainkan membuat jari-jariku menyentuh lebih dalam.

Tanpa sadar, aku menekuk jari dan menyentuh area sensitifnya yang mulai lembab dan hangat.

“Ahh…!”

Dia bernapas terengah-engah dengan kaki yang gemetar. Tanganku yang terjepit di antara paha itu tiba-tiba merasakan sensasi basah yang membasahi jari-jariku dan kain di sekitarnya.

Sambil terengah, ibu angkat menoleh dengan panik. Dia menatapku dengan tatapan malu sekaligus kesal.

Melihat pipinya yang merona merah dan matanya yang sayu, hatiku rasanya ikut luluh.

“Gio, cepat lepaskan tanganmu. Jangan sentuh bagian sana,” ucapnya dengan wajah merona.

“Ibu, kok basah di sini? Aneh sekali, aku mau coba lagi!” Aku mulai berpura-pura bodoh. Alih-alih mendengarkannya, aku malah semakin menjadi-jadi.

Ibu angkat mengerang pelan dan seluruh tubuhnya langsung lemas terkapar di lantai.

“Seru sekali, aku mau main lagi! Kalau nggak boleh, aku bakal bilang ke ayah kalau ibu basah di depanku!” Aku memutar bola mataku dan bersikap nakal.

“Iya, iya, aku menyerah. Kamu main saja, tapi jangan bilang ke ayahmu, ya?”

Ibu angkat tampak ketakutan. Dia tahu otakku bermasalah dan sering bicara blak-blakan.

Jika hal ini sampai ke telinga suaminya, pasti akan terjadi kesalahpahaman besar.

“Cepat, cepat! Angkat lagi, aku mau main!”

“Iya, iya… kamu benar-benar manja sekali, tapi pelan-pelan saja mainnya, ya.”

Sambil membujukku, ibu angkat kembali membungkuk dengan wajah merona, mengangkat bokongnya yang indah dan mengarahkannya tepat padaku….
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat   Bab 9

    Pemandangan di dalam kamar benar-benar menjijikkan. Tampak dua sosok manusia tanpa busana di atas ranjang. Ferina sedang duduk di atas seorang pria paruh baya, tubuhnya tak berhenti bergerak dengan keringat bercucuran dan wajah yang memerah, sambil terus mendesah liar.Kedatanganku yang tiba-tiba membuat mereka berdua tersentak kaget.“Gio? Kamu… kok kamu ada di sini?”Ferina panik dan langsung turun dari tubuh pria itu. Aku yang sudah tak bisa mengendalikan diri, langsung menerjang maju.Pria paruh baya itu mencoba duduk, tapi aku langsung melayangkan tendangan keras tepat ke wajahnya. Sambil mengerang kesakitan, dia memegangi wajahnya dan terkapar kembali ke ranjang.Aku ingin menghajarnya lagi, tapi Ferina memelukku dengan erat dan menyuruhku menenangkan diri.“Tenang mataku!” Aku mendorongnya menjauh dan melayangkan tamparan keras ke pipinya.Ferina terdiam sejenak. Lalu, dia langsung mengamuk seperti wanita kesetanan, mencakar dan memukulku.Keributan itu berlanjut sampai polisi

  • Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat   Bab 8

    Lama-kelamaan, aku mulai merasa bergantung padanya dan tak ingin pergi.Namun, kebohongan pasti akan terbongkar. Saat melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit, gerak-gerikku yang tidak sengaja membuat dokter menyadari bahwa aku sudah sembuh. Untuk memastikannya, dokter bahkan melakukan pemeriksaan ulang berkali-kali.Kini, ayah angkat pun tahu bahwa aku sudah pulih sepenuhnya. Aku tak bisa lagi ikut bermain game bersama mereka seperti dulu. Tak lama setelah kesembuhanku, ayah angkat memberitahu bahwa ibu kandungku sudah kembali. Dia sangat menyesali apa yang terjadi padaku dan mengaku seharusnya tak meninggalkan kami dulu. Dia ingin membawaku pulang dan merawatku dengan baik.Karena takut kebohongan akan terbongkar di rumah ibu angkat atau aku tak bisa menahan diri untuk melakukan kesalahan itu lagi, apalagi ayah angkat sangat baik padaku, aku tak ingin menghancurkan keluarganya. Akhirnya, aku pun memutuskan untuk ikut pulang bersama ibu kandungku.Beberapa waktu setelahnya, ibuku m

  • Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat   Bab 7

    Pada saat bersentuhan, aku merasa jiwaku seakan bergetar. Sangking nikmatnya, aku hampir saja mengerang keras.Tentu saja kekuatanku tidak bisa dibandingkan dengan ayah angkat.Ibu angkat yang tadinya menggigit bibir karena malu, akhirnya pun tak bisa menahan diri lagi dan mulai mengerang dengan liar.Setelah berlangsung selama setengah jam penuh, ibu angkat kembali mencapai puncaknya hingga hujan turun lagi.Saat ini, tenaga ayah angkat sudah pulih dan dia pun bergabung denganku, menjadikan ibu angkat seperti biskuit dan mencicipi kenikmatan itu bersama.Malam itu, kami terus bermain hingga larut malam dan baru berhenti setelah benar-benar kelelahan.Melihat aku sangat menikmatinya, ayah angkat bertanya apakah aku ingin terus memainkan permainan ini ke depannya.Aku pun mengangguk dan bilang sangat ingin, karena rasanya sangat nyaman. Kemudian, ayah angkat pun berkata dengan serius bahwa permainan ini tak boleh diceritakan pada siapapun. Jika ada orang lain yang tahu, aku tak akan dia

  • Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat   Bab 6

    Tubuh molek ibu angkat gemetar hebat, erangannya tak lagi tertahan, melainkan langsung meninggi dengan bebas.Ini pertama kalinya dia sampai lepas kendali seperti itu. Sepertinya permainan bertiga ini memang sangat merangsang. Meski ayah angkat tak bisa memberinya kenikmatan yang sesungguhnya, dengan kehadiranku, dia bisa merasakan pengalaman luar biasa yang singkat nan indah.Tak lama kemudian, ayah angkat pun menyerah.Kesadaran ibu angkat pun perlahan pulih kembali. Dengan wajah memerah karena malu, dia memukul pelan dada ayah angkat.“Malu-maluin saja, ini semua gara-gara kamu! Kalau sampai dia bicara sembarangan pada orang lain, kita nggak akan punya muka lagi untuk bertemu orang.”Tiba-tiba, ibu angkat mulai merasa takut. Meski aku dianggap bodoh, diriku punya kecerdasan setingkat anak tiga tahun, bukan cacat mental total. Jika aku tak sengaja keceplosan di luar, mereka benar-benar akan sangat memalukan.Ayah angkat pun merasa ucapan ibu angkat ada benarnya. Bagaimanapun juga,

  • Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat   Bab 5

    Seketika, aku merasa sangat bersemangat. Ayah angkat juga tak menghentikanku, dia malah semakin bersemangat, membuat tubuh ibu angkat gemetar seperti tersengat listrik.Ibu angkat sempat ingin menghentikanku, tapi setiap kali dia hendak membuka mulut untuk bicara, aku sengaja menekan lebih kuat hingga dia pun tak jadi bicara.“Ayah, seru sekali! Aku seperti belut. Lihat, aku masuk ke lubang tanah!” Aku berpura-pura sangat gembira, lalu tanganku menekan dengan kuat.“Aaa!”Tingkahku membuat ibu angkat langsung mendongak dan mengerang. Tubuhnya tersentak dan tiba-tiba, cairan dalam jumlah banyak menyembur keluar, hingga membasahi wajah ayah angkat.“Ibu malu-maluin saja, mengompol di kasur pula!” Karena takut ibu angkat marah, aku segera berhenti dan memasang wajah lucu untuk mengejeknya. Hal itu membuatnya semakin malu.Ibu angkat menyuruh ayah angkat untuk pindah ke kamar mandi atau kamar tamu saja. Dia terus bilang dirinya merasa tidak leluasa kalau aku berada di sini. Jika diganggu

  • Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat   Bab 4

    Ibu angkat reflek ingin menoleh, tapi karena teringat ayah angkat yang masih ada di panggilan video, dia pun terpaksa menahan gerakanku.Dia pura-pura seolah dirinya yang sedang memainkan mainan itu sendiri.Sepertinya dia belum terbiasa, rasa malu dan kenikmatan yang datang bersamaan menyerang seluruh sarafnya, membuat tubuhnya gemetar hebat. Wajah mungilnya merah merona, tampak sangat menggoda seperti buah apel yang sudah matang.“Sayang, aku sudah mulai tegang….” Ayah angkat juga ikut terangsang melihat penampilan ibu angkat yang menggoda dan mulai memuaskan dirinya sendiri di depan kamera.Mendengar suara ayah angkat, aku pun terus memainkan mainan itu, membuat ibu angkat gemetar dan mendesah di depan kamera hingga tampak kewalahan.Ibu angkat hampir tak bisa menopang tubuhnya lagi dan mainan di belakangnya pun merosot jatuh karena pelumas alami yang sudah membanjir. Aku diam-diam memungutnya, lalu berpura-pura baru masuk ke jangkauan kamera, sambil merengek ingin ikut bermain den

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status