Axel terbaring di ruang ICU rumah sakit selama seminggu.Mimpinya dipenuhi oleh masa lalu, pertemuan pertamanya dengan Ivana, janji Ivana di hari pernikahan mereka dan tatapan putus asa di matanya saat wanita itu terbaring di meja operasi.Ketika dia terbangun, ruangan itu kosong.Tidak ada bunga, tidak ada buah dan tentu saja tidak ada sosok yang begitu dikenalnya. Hanya pengawal yang membawanya ke rumah sakit yang meninggalkan tagihan biaya lalu pergi.Setelah keluar dari rumah sakit, dia tidak berani muncul di hadapan Ivana lagi.Seperti tikus di selokan, Axel menyewa sebuah apartemen tua di seberang kediaman Gio. Satu-satunya kebahagiaan hariannya adalah mengintip kehidupan Ivana lewat sebuah teleskop.Dia melihat Ivana menanam tulip di taman. Cahaya matahari menyinari wajahnya, senyumnya begitu cerah, senyum yang tak pernah Axel lihat selama tiga tahun Ivana bersamanya.Gio berdiri di sisinya, menyerahkan sekop dan menyeka keringatnya. Gambaran kehidupan yang damai itu menusuk mat
อ่านเพิ่มเติม