Pada pesta gala paling bergengsi milik keluarga, suamiku, Ketua Axel, datang dengan sekretarisnya, Ella dengan menggandeng lengannya.Bros rubi yang melambangkan posisi nyonya keluarga, tersemat di dadanya.Bahkan sebelum aku sempat berbicara, Axel melirikku dengan sikap acuh tak acuh."Ivana, jangan kekanak-kanakan."Dia menyeka sudut mulutnya dengan elegan menggunakan serbet, nadanya seolah semua ini hal yang wajar."Ella pernah menyelamatkan aku. Dia suka bros itu, jadi aku biarin dia pinjam untuk sementara. Bagaimanapun juga, kamu tetap satu-satunya nyonya di sini. Jaga sikapmu."Ella menyentuh bros itu dengan senyum menggoda, matanya penuh provokasi ke arahku. "Benar, Ivana. Ketua bilang warna merah lebih cocok untukku. Ini cuma bros, kamu pasti nggak keberatan, 'kan?"Axel memandang wanita itu dengan penuh pemujaan, lalu menoleh kepadaku sambil berjanji, "Kalau kamu kesal, aku akan menawar berlian yang lebih besar untukmu di pelelangan minggu depan. Berperilaku baiklah dan jangan
Read more